Bandar Lampung (Lampost.co)— ASUS Zenfone 12 Ultra disebut-sebut berpotensi menjadi ponsel terakhir yang akan Asus rilis dalam waktu dekat.
Kabar ini mencuat seiring dengan laporan yang menyebutkan bahwa perusahaan teknologi asal Taiwan tersebut tidak berencana meluncurkan ponsel baru sepanjang tahun 2026.
Informasi tersebut memicu spekulasi luas, mengingat Asus selama bertahun-tahun terkenal konsisten menghadirkan lini ponsel Zenfone sebagai alternatif flagship Android.
Baca juga:Samsung Galaxy Z Flip7 dan Peran Baru Ponsel Lipat
Jika rumor ini benar, maka Zenfone 12 Ultra bukan sekadar perangkat kelas atas. Melainkan juga penanda fase baru dalam strategi bisnis Asus.
Mengutip dari laporan GSMArena, apabila mengikuti pola rilis sebelumnya, Asus sejatinya jadwalnya memperkenalkan seri Zenfone 13 pada 2026.
Namun, sejumlah sumber industri menyebutkan bahwa penjualan ponsel Asus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi pasar yang semakin kompetitif. Tambah dominasi merek-merek besar lain di segmen flagship, membuat Asus kabarnya tengah mengevaluasi kembali keberlanjutan bisnis ponselnya.
Inovasi pada Lini PC
Alih-alih merilis smartphone baru, Asus disebut akan lebih memfokuskan sumber daya dan inovasi pada lini PC, laptop. Serta perangkat gaming yang selama ini menjadi kekuatan utama perusahaan, setidaknya sepanjang 2026.
Jika Zenfone 12 Ultra benar-benar menjadi ponsel terakhir Asus untuk sementara waktu, perangkat ini jelas memiliki nilai historis tersendiri. Lalu, seperti apa spesifikasi lengkap yang ditawarkan ponsel flagship ini?
Layar OLED 6,7 Inci dengan Refresh Rate Tinggi
Asus Zenfone 12 Ultra resmi meluncur secara global pada Februari 2025. Ponsel ini hadir dengan layar OLED berukuran 6,7 inci. Rancangan ini untuk menunjang kebutuhan multimedia, produktivitas, hingga gaming.
Layarnya mendukung refresh rate adaptif 120Hz dengan opsi hingga 144Hz, sehingga menawarkan tampilan visual yang sangat mulus. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 2.500 nits, membuat layar tetap nyaman digunakan di bawah sinar matahari langsung.
Untuk perlindungan, Asus membekali panel ini dengan Gorilla Glass Victus 2 yang mengklaim lebih tahan terhadap benturan dan goresan.
Performa Snapdragon 8 Elite, Fokus pada AI dan Gaming
Dari sisi dapur pacu, Zenfone 12 Ultra menjadi salah satu ponsel Asus dengan peningkatan performa paling signifikan. Perangkat ini di tenagai chipset Snapdragon 8 Elite. Prosesor flagship terbaru yang menawarkan lonjakan performa cukup besar dibanding generasi sebelumnya.
Chipset tersebut dipadukan dengan RAM LPDDR5X hingga 16GB serta penyimpanan internal UFS 4.0 hingga 512GB.
Asus mengklaim adanya peningkatan kinerja CPU hingga 45 persen, GPU 40 persen lebih cepat. Serta peningkatan kemampuan NPU sebesar 40 persen, yang berperan penting dalam pemrosesan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kombinasi ini membuat Zenfone 12 Ultra mampu menangani tugas berat seperti gaming grafis tinggi. Editing video, hingga fitur AI generatif dengan lebih efisien.
Kamera Sony Lytia dengan Stabilizer Gimbal Generasi Terbaru
Sektor kamera menjadi salah satu sorotan utama Zenfone 12 Ultra. Asus menyematkan kamera utama 50MP dengan sensor Sony Lytia-700. Menggantikan sensor IMX890 yang digunakan pada generasi sebelumnya.
Peningkatan paling signifikan terletak pada sistem stabilisasi gimbal hibrida 6 sumbu versi 4. Teknologi ini mampu mengoreksi pergerakan hingga ±5 derajat, atau meningkat sekitar 66 persen dari pada stabilizer gimbal versi 3 pada Zenfone 11 Ultra. Hasilnya, pengambilan video mengklaim lebih stabil, bahkan saat merekam dalam kondisi bergerak.
Selain kamera utama, ponsel ini dilengkapi kamera telefoto 32MP dengan zoom optik 3x dan kemampuan HyperClarity Zoom hingga 10–30x.
Tersedia pula kamera ultra-wide dengan sudut pandang 120 derajat untuk pengambilan foto lanskap atau grup. Di bagian depan, kamera selfie menggunakan sensor RGBW 32MP dengan lensa sudut lebar 90 derajat.
Baterai Besar dan Pengisian Daya Super Cepat
Untuk urusan daya, Zenfone 12 Ultra dengan bekal baterai dual-cell berkapasitas 5.500 mAh. Asus mengklaim baterai ini mampu bertahan hingga 26 jam penggunaan dalam kondisi terisi penuh.
Ponsel ini mendukung pengisian daya kabel hingga 65W serta pengisian daya nirkabel 15W berbasis standar Qi 1.3. Dengan teknologi fast charging, baterai dapat terisi dari 0 hingga 100 persen hanya dalam waktu sekitar 39 menit.
Material Ramah Lingkungan dan Fitur Premium
Menariknya, Asus juga menekankan aspek keberlanjutan pada Zenfone 12 Ultra. Bingkai ponsel ini terbuat dari 100 persen aluminium daur ulang, sementara layarnya menggunakan 22 persen kaca daur ulang.
Langkah ini sejalan dengan upaya Asus dalam mengurangi dampak lingkungan dari proses produksi perangkat elektronik.
Saat peluncuran, Zenfone 12 Ultra hadir dalam tiga pilihan warna, yakni Hijau Sage, Hitam Ebony, dan Putih Sakura. Ponsel ini juga telah mengantongi sertifikasi IP68, yang menandakan ketahanan terhadap debu dan air.
Dari sisi konektivitas, Zenfone 12 Ultra mendukung jaringan 5G dan dual-SIM. Selain dua slot nano-SIM, Asus turut menghadirkan dukungan eSIM, yang memudahkan pengguna terutama saat bepergian ke luar negeri.
Dengan segala spesifikasi dan fitur unggulan yang ia bawa, Asus Zenfone 12 Ultra tak hanya menjadi flagship premium. Tetapi juga berpotensi menjadi penutup perjalanan Asus di pasar ponsel pintar untuk sementara waktu.
Apakah ini benar-benar akhir dari lini Zenfone, atau hanya jeda sebelum Asus kembali dengan strategi baru, masih menjadi pertanyaan besar di industri teknologi.








