Bandar Lampung (Lampost.co) — Channel YouTube Strange Parts membagikan eksperimen unik pada perangkat Samsung Galaxy Z TriFold. Proyek tersebut mengganti baterai bawaan dengan teknologi yang lebih baru. Hasilnya cukup mengejutkan. Kapasitas baterai meningkat jauh di atas spesifikasi aslinya.
Samsung memperkenalkan Galaxy Z TriFold pada Desember lalu. Smartphone lipat itu membawa baterai berkapasitas 5.600 mAh.
Angka tersebut masih berada di bawah beberapa perangkat foldable terbaru. Beberapa ponsel lipat modern sudah menggunakan baterai sekitar 6.000 mAh.
Salah satu penyebabnya berkaitan dengan teknologi baterai. Samsung masih menggunakan baterai lithium konvensional pada sebagian perangkatnya. Sementara itu, beberapa produsen lain mulai beralih ke teknologi baterai generasi baru.
Silicon-Carbon Punya Kepadatan Energi Lebih Tinggi
Teknologi baterai baru dikenal dengan istilah Silicon Carbon Battery atau Si/C. Teknologi itu menawarkan kepadatan energi lebih tinggi daripada baterai lithium tradisional. Kepadatan energi besar membuat kapasitas baterai dapat meningkat tanpa menambah ukuran fisik.
Hal tersebut sangat penting bagi smartphone lipat. Ruang internal perangkat foldable sangat terbatas karena mekanisme engsel dan layar fleksibel.
Eksperimen Menggunakan Baterai dari Honor Magic V6
Dalam eksperimen tersebut, tim Strange Parts menggunakan baterai dari Honor Magic V6. Smartphone lipat buatan Honor itu memang sudah memakai teknologi baterai silicon-carbon. Kapasitas baterainya mencapai 6.600 mAh.
Tim eksperimen melepas baterai asli Galaxy Z TriFold. Mereka kemudian memasang modul baterai dari Honor dengan penyesuaian tertentu. Proses modifikasi tidak mudah. Bagian dalam smartphone lipat dipenuhi komponen kecil dan kabel fleksibel.
Kapasitas Baterai Melonjak Hingga 71 Persen
Setelah proses modifikasi selesai, hasilnya cukup mengejutkan. Kapasitas baterai Galaxy Z TriFold meningkat sekitar 71 persen. Jika sebelumnya hanya 5.600 mAh, kapasitasnya naik hingga sekitar 9.600 mAh.
Angka tersebut bahkan melampaui sebagian besar smartphone lipat yang tersedia saat ini. Eksperimen itu menunjukkan potensi besar teknologi baterai generasi baru.
Eksperimen itu Tidak untuk Pengguna Umum
Meski hasilnya menarik, eksperimen tersebut tidak ditujukan untuk pengguna biasa. Produsen smartphone merancang perangkat dengan sistem keamanan baterai yang kompleks. Desain tersebut menjaga keseimbangan antara performa, suhu, dan keamanan.
Perubahan komponen internal tanpa perhitungan matang bisa memicu risiko kerusakan perangkat. Bahkan potensi bahaya seperti panas berlebih juga bisa muncul.
Untuk itu, proyek seperti itu lebih tepat terlihat sebagai demonstrasi teknis. Eksperimen tersebut memperlihatkan peluang besar teknologi baterai masa depan pada smartphone lipat.








