Bandar Lampung (Lampost.co) — Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) secara resmi mengumumkan dimulainya investigasi skala besar terhadap sejumlah judul gim di platform Steam. Langkah ini diambil menyusul temuan serangkaian program jahat (malware) yang disusupkan oleh aktor ancaman ke dalam toko digital milik Valve tersebut.
Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Gamerant dan Tom’s Hardware pada pertengahan Maret 2026, FBI melalui Divisi Seattle kini tengah melacak korban yang sempat mengunduh gim-gim tertentu dalam rentang waktu Mei 2024 hingga Januari 2026. Investigasi ini berfokus pada skema penipuan dan pencurian aset digital yang merugikan banyak pengguna global.
Daftar Game yang Diidentifikasi Terinfeksi Malware
Pihak otoritas telah mengidentifikasi setidaknya tujuh judul gim indie yang terbukti mengandung kode berbahaya. Beberapa di antaranya sempat terlihat seperti gim sah sebelum akhirnya diperbarui (update) dengan payload malware. Berikut adalah daftar gim yang masuk dalam radar investigasi:
1. BlockBlasters / BlockBasters
2. Chemia
3. Dashverse / DashFPS
4. Lampy
5. Lunara
6. PirateFi
7. Tokenova
Modus Operandi: Pencurian Kripto dan Data Pribadi
Investigasi mengungkapkan bahwa malware yang tersemat, seperti Vidar Infostealer dan Fickle Stealer, khusus untuk memanen kredensial browser, data dompet mata uang kripto (cryptocurrency), dan informasi sensitif lainnya.
Salah satu kasus yang paling menyita perhatian adalah insiden yang menimpa seorang streamer populer pada awal tahun ini. Korban kehilangan aset kripto senilai lebih dari USD 32.000 (sekitar Rp500 juta) setelah mengunduh gim BlockBlasters. Malware tersebut aktif di latar belakang dan menguras saldo dompet digital korban saat sedang melakukan siaran langsung penggalangan dana.
Respons Valve dan Langkah Bagi Korban
Valve selaku pengelola Steam telah bertindak cepat dengan menghapus gim-gim tersebut dari toko digital mereka. Dalam sebuah pernyataan resmi, Valve mengonfirmasi bahwa mereka bekerja sama sepenuhnya dengan penegak hukum untuk mengidentifikasi pelaku di balik akun pengembang “bad actor” tersebut.
FBI mengimbau bagi siapa saja yang merasa pernah mengunduh atau memainkan gim dalam daftar di atas untuk segera melakukan langkah-langkah berikut:
1. Isi Formulir Korban: Kunjungi situs resmi fbi.gov untuk mengisi formulir “Seeking Victim Information”.
2. Amankan Akun: Segera ubah kata sandi email, akun perbankan, dan dompet kripto dari perangkat yang tidak terinfeksi.
3. Pemindaian Total: Lakukan instalasi ulang sistem operasi atau pemindaian mendalam menggunakan perangkat lunak keamanan terkini yang sudah mampu mendeteksi varian malware 2026 ini.
Meskipun Steam tetap menjadi platform gaming terbesar dengan lebih dari 100.000 judul, insiden ini menjadi pengingat keras bagi para gamer untuk tetap waspada terhadap gim indie yang kurang terkenal, terutama yang mewajibkan interaksi dengan dompet digital atau aset kripto.
Dapatkan informasi terbaru mengenai keamanan siber dan dunia gaming 2026 hanya di lampost.co.








