IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 16/04/2026 04:00
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Teknologi

Ini Sederet Kelemahan Utama AI, ChatGPT hingga Microsoft Copilot

EffranbyEffran
27/10/24 - 12:01
in Teknologi
A A
Artificial Intelligence. Ilustrasi/Freepik

Artificial Intelligence. Ilustrasi/Freepik

California (Lampost.co) – Tim peneliti dari Apple menemukan kelemahan signifikan dalam kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI), khususnya pada model bahasa besar atau large language model (LLM).

Penelitian insinyur pembelajaran mesin (machine learning/ML), Iman Mirzadeh, menemukan perubahan kecil dalam susunan pertanyaan matematika dapat mempengaruhi performa LLM secara drastis.

Dalam uji coba, tim peneliti mendapati penurunan akurasi 65% pada model-model LLM. Sehingga, menimbulkan pertanyaan tentang keandalan AI dalam skenario yang memerlukan penalaran logis yang konsisten.

LLM merupakan model dengan dataset besar dan mampu memahami serta menghasilkan bahasa natural, seperti dalam aplikasi generative AI yang menghasilkan teks, audio, video, misalnya ChatGPT dan Microsoft Copilot.

Apple menguji beberapa model bahasa besar terkemuka, termasuk OpenAI dan Meta, menggunakan alat pengujian baru GSM-Symbolic. Alat itu untuk mengevaluasi kemampuan model dalam memecahkan soal matematika.

Hasilnya menunjukkan penambahan informasi yang seharusnya tidak relevan dalam pertanyaan ternyata berdampak besar pada hasil yang diberikan model.

Sebagai contoh, ketika pertanyaan tentang berapa banyak buah kiwi yang seseorang kumpulkan. Lalu ada penambahan informasi, seperti ukuran buah kiwi justru membuat model salah menghitung jumlah total.

Perubahan kecil itu seharusnya tidak berpengaruh pada hasil matematika, tetapi ternyata berakibat signifikan.

Model seperti OpenAI o1 dan Llama dari Meta, baik yang bersifat open-source maupun proprietary, mengalami penurunan akurasi dalam beberapa pengujian. Hal itu menunjukkan model-model tersebut tidak benar-benar menggunakan penalaran logis untuk menyelesaikan masalah. Namun, lebih bergantung pada pengenalan pola yang canggih.

Dampak Besar bagi Masa Depan

Penelitian itu mengungkapkan LLM tidak sepenuhnya mengandalkan logika formal, melainkan lebih pada pencocokan pola yang rentan. Bahkan, perubahan nama dalam soal dapat menyebabkan perubahan hasil yang signifikan hingga 10%.

Hal itu menjadi perhatian besar bagi masa depan AI yang mampu menangani tugas dengan tingkat penalaran yang tinggi dan konsisten di dunia nyata.

Tim peneliti menyimpulkan untuk mengatasi kelemahan itu, AI di masa depan mungkin perlu menggabungkan jaringan saraf (neural network) dengan penalaran simbolik tradisional, yaitu neurosymbolic AI.

Pendekatan penalaran simbolik, AI merepresentasikan pengetahuan menggunakan simbol-simbol seperti variabel, konstanta, dan aturan logis. Sehingga, membuat AI untuk melakukan deduksi logis yang lebih akurat.

Hasil penelitian itu mengingatkan pengguna tidak boleh sepenuhnya mengandalkan AI generatif untuk tugas-tugas yang memerlukan penalaran mendalam dan pemahaman kritis.

Walaupun AI memiliki kemampuan pengenalan pola yang canggih, kelemahan dalam penalaran logis masih menjadi tantangan besar yang harus teratasi.

Penelitian Apple itu membuka pintu bagi pengembangan model AI yang lebih kuat di masa depan. Terutama di sektor yang membutuhkan keandalan penalaran logika, seperti pendidikan, bisnis, dan aplikasi industri.

Tags: AI buatan AppleApple temukan kelemahan AIChatGPTgenerative AIKelemahan AImasa depan AIMicrosoft Copilotpenalaran AI
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

HP vivo RAM 8GB harga 1 jutaan

Rekomendasi HP vivo RAM 8GB Harga Rp1 Jutaan, Murah Tapi Ngebut

byDenny ZY
15/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mencari HP murah tapi tetap lancar dipakai seharian kini bukan hal sulit. vivo menghadirkan berbagai pilihan...

iPhone Fold

iPhone Fold Diprediksi Langsung Guncang Pasar, Apple Incar Tiga Besar

byDenny ZY
15/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pasar smartphone lipat yang selama ini dikuasai segelintir pemain tampaknya akan segera berubah. Apple disebut-sebut siap...

Amazon akuisisi Globalstar

Amazon Akuisisi Globalstar, Siap Tantang Starlink di Orbit

byDenny ZY
15/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Persaingan di industri internet satelit semakin panas. Kali ini, Amazon membuat langkah besar dengan mengakuisisi Globalstar—perusahaan...

Berita Terbaru

Gubernur Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. (Dok. Adpim Lampung)
Ekonomi dan Bisnis

Percepat Investasi, Pemprov Lampung Kembangkan Empat Kawasan Industri Baru

byRicky Marlyand1 others
16/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berencana mengembangkan empat kawasan industri untuk mendukung pelaksanaan program hilirisasi komoditas di...

Read moreDetails
Lima RUU Baru Masuk Prolegnas Prioritas 2026, DPR Siapkan Pembahasan Lanjutan

Lima RUU Baru Masuk Prolegnas Prioritas 2026, DPR Siapkan Pembahasan Lanjutan

15/04/2026
Pemkot Bandar Lampung Perkuat Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik

Pemkot Bandar Lampung Perkuat Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik

15/04/2026
Pemain Liverpool FC Hugo Ekitike dibawa dengan tandu

Hugo Ekitike Terancam Absen di Piala Dunia 2026 akibat Cedera Achilles

15/04/2026
Suasana pengunjung sidang perkara korupsi SPAM Pesawaran di Ruang Bagir Manan/Garuda Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa, 14 April 2026. (Foto: Lampost.co/Wandi Barboy Silaban)

Akademisi FH Unila Soroti Banyaknya Pengunjung dalam Persidangan SPAM

15/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

 

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.