Bandar Lampung (Lampost.co) — Platform gim raksasa Roblox secara resmi meluncurkan fitur terbaru berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu melakukan parafrase otomatis terhadap kata-kata kasar dalam percakapan antar-pemain. Fitur inovatif ini mulai digulirkan secara global pada Maret 2026 guna menciptakan lingkungan bermain yang lebih santun tanpa mengganggu alur komunikasi.
Selama bertahun-tahun, Roblox mengandalkan sistem filter tradisional yang mengganti kata-kata terlarang dengan tanda pagar (####). Namun, sistem tersebut sering kali membuat pesan menjadi sulit dipahami dan memicu frustrasi di kalangan pengguna. Dengan teknologi AI rephrasing yang baru, kalimat yang mengandung umpatan atau bahasa tidak pantas akan secara otomatis diubah menjadi ungkapan yang lebih sopan namun tetap mempertahankan konteks aslinya.
Chief Safety Officer Roblox, Rajiv Bhatia, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan evolusi besar dalam standar keamanan komunitas mereka. Sebagai contoh, jika seorang pemain mengetik kalimat agresif seperti “Hurry TF up”, sistem AI akan langsung memparafrasekannya menjadi “Hurry up” dalam waktu nyata (real-time).
Sistem ini dirancang bukan hanya untuk menyensor, tetapi juga memberikan edukasi secara halus kepada pemain. Setiap kali pesan diparafrasekan, seluruh pemain dalam obrolan akan menerima notifikasi bahwa kalimat tersebut telah disunting oleh sistem demi menjaga kesopanan. Pengirim pesan pun tetap dapat melihat bagian mana dari kalimat mereka yang diubah oleh AI,
Keamanan Anak dan Verifikasi Usia
Peluncuran fitur parafrase ini tidak lepas dari tekanan regulasi. Sepanjang awal tahun 2026, aturan perlindungan anak di dunia digital semakin ketat.
Roblox menegaskan bahwa fitur ini tidak langsung tersedia untuk semua pengguna. Untuk saat ini, parafrase AI hanya bisa digunakan oleh akun yang telah melalui proses verifikasi usia (age verification). Pengguna juga harus berada dalam kelompok umur yang sesuai.
Kebijakan ini sejalan dengan aturan baru yang diterapkan sejak Januari 2026. Dalam aturan tersebut, pengguna di bawah usia 13 tahun memiliki batasan yang lebih ketat.
Pembatasan terutama berlaku pada fitur obrolan publik. Roblox ingin memastikan ruang interaksi tetap aman bagi pemain muda.
Dengan teknologi parafrase ini, Roblox berharap tingkat toksisitas dapat menurun. Komunikasi antar pemain tetap berjalan lancar. Keseruan bermain pun diharapkan tidak berkurang.
Peningkatan Deteksi Bahasa
Selain mampu mengubah kata kasar menjadi lebih sopan, AI terbaru milik Roblox ini diklaim 20 kali lebih efektif dalam mendeteksi variasi bahasa leetspeak, yakni penggunaan kombinasi angka dan simbol untuk mengelabui filter sensor manual. Fitur ini juga mendukung berbagai bahasa internasional, termasuk Bahasa Indonesia, melalui integrasi alat translasi otomatis yang telah disempurnakan.
Meskipun fitur ini mempermudah komunikasi, pihak pengembang tetap memberlakukan sanksi tegas. Pemain yang secara berulang kali mencoba melanggar kebijakan komunitas dengan bahasa yang ekstrem tetap akan menghadapi risiko penangguhan akun atau ban permanen, karena sistem parafrase ini berfungsi sebagai pemandu kesopanan, bukan izin untuk melanggar aturan.








