Jakarta (Lampost.co) — Justin Bieber akhirnya angkat suara mengenai rumor keterlibatannya dalam kasus hukum yang menjerat Sean “Diddy” Combs (P Diddy). Melalui juru bicaranya, Bieber menegaskan bukan salah satu korban dalam perkara dugaan perdagangan manusia dan pelecehan seksual tersebut.
Respons Resmi dari Justin Bieber
Pihak Bieber menyampaikan pernyataan kepada media pada Jumat, 16 Mei 2025. Mereka menolak semua spekulasi yang menyebut Bieber terlibat sebagai korban.
“Justin bukan korban dari Sean Combs. Namun, ada orang-orang lain yang benar-benar mengalami kerugian akibat tindakan tersebut,” ungkap perwakilan sang musisi.
Mereka menambahkan publik harus tetap fokus pada korban yang sesungguhnya. “Mengalihkan perhatian hanya akan memperkecil peluang para penyintas untuk mendapatkan keadilan,” lanjutnya.
Video Lama P Diddy dan Bieber Kembali Viral
Nama Justin Bieber terseret setelah sejumlah warganet mengunggah ulang video lawas yang menampilkan kedekatannya dengan P.Diddy saat masih remaja.
Salah satu video memperlihatkan P.Diddy bercerita soal menghabiskan waktu bersama Bieber yang berusia 15 tahun. Ucapan P.Diddy dalam video itu memicu kecurigaan publik.
“Kami menghabiskan waktu bersama, tapi tidak bisa saya ceritakan detailnya. Itu seperti mimpi setiap anak umur 15,” kata P.Diddy dalam cuplikan tersebut.
Ia juga pernah menyatakan Bieber tinggal bersamanya selama dua hari, meskipun tidak memiliki hak asuh secara hukum.
Fokus Bieber Kini pada Keluarga
Sumber dekat Bieber mengungkapkan ia memilih menjauh dari drama tersebut. Ia kini memprioritaskan keluarganya, yaitu sang istri Hailey dan putra mereka, Jack Blues Bieber. “Justin lebih memilih fokus menjalani kehidupan sebagai ayah dan suami,” ujar sumber itu kepada People.
Sidang Perdagangan Seks dan Pelecehan
Sean “P.Diddy” Combs resmi menghadapi proses hukum mulai 5 Mei 2025. Mantan kekasihnya, Cassandra “Cassie” Ventura, menjadi salah satu dari beberapa pelapor.
P.Diddy tertuduh melakukan kekerasan seksual, perdagangan manusia, dan penganiayaan terhadap sejumlah individu. Tuduhan itu mencakup korban dari berbagai usia dan latar belakang.
Meski begitu, tim kuasa hukum P.Diddy membantah semua tuduhan yang ada. Mereka menyatakan tidak ada bukti valid yang menunjukkan klien mereka bersalah.
“Gugatan tidak mengubah kenyataan. Klien kami tidak melakukan kekerasan atau perdagangan manusia terhadap siapa pun,” tegas tim pengacara P.Diddy.








