Bandar Lampung (Lampost.co) — Sebanyak 170 unit kursi roda khusus untuk anak-anak dengan kondisi lumpuh layu mulai terdistribusikan ke 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Bantuan tersebut berasal dari organisasi kemanusiaan internasional, Global Village Foundation.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi mengatakan Pak Gubernur sangat konsen untuk pemenuhan hak disabilitas. Hari ini terdistribusikan 170 unit kursi roda untuk anak-anak lumpuh layu dari bantuan luar negeri, Global Village Foundation.
“Pendataan awal mencatat sebanyak 340 anak penderita lumpuh layu di Lampung. Namun, setelah bantuan mulai disalurkan, muncul tambahan data hingga jumlahnya meningkat menjadi 600 anak.” kata Aswarodi saat ditemui di Sekretariat Persatuan Komunitas Disabilitas, Kamis, 3 Juli 2025.
Sebab menurutnya, masih ada orang tua tidak menginformasikan kondisi keluarganya yang lumpuh layu. “Tapi ketika tahu ada bantuan, baru muncul data baru. Oleh karena itu, tim kami dari TKSK terus bergerak melakukan pendataan,” katanya.
Saat ini, ia mengatakan, baru 340 anak yang terusulkan menerima bantuan berdasarkan sistem by name by address. Pada tahap pertama, 170 kursi roda telah diterima. Dan tahap kedua akan menyusul 170 unit tambahan pada Oktober mendatang.
“Sisanya, sebanyak 260 anak. Harapannya dapat terakomodasi pada tahun 2026 mendatang. Untuk nilai bantuannya sendiri, harga satu unit kursi roda khusus ini mencapai Rp6 juta,” katanya.
Kemudian ia juga mengapresiasi atas dukungan dari Baznas Provinsi Lampung, sebab bantuan tersebut datang dalam kondisi belum terpasang. Dan Baznas Provinsi Lampung membantu dalam proses pengiriman hingga perakitan.
“Untuk proses perakitan dan distribusi dari pelabuhan Tanjung Priok hingga ke berbagai wilayah di Lampung. Dinas Sosial mendapatkan dukungan dari Baznas serta pemerintah daerah para beberapa kabupaten, seperti Tulang Bawang,” ujarnya.
Selain bantuan dari luar negeri, Pemprov Lampung juga mengalokasikan dana dari APBD untuk penyandang disabilitas. “Tidak ada permohonan alat bantu yang ditolak. Kita anggarkan untuk kursi roda, alat bantu dengar, hingga kaki palsu. Saat ini ada enam permohonan kaki palsu yang sudah kita ajukan, dan akan terakomodir oleh Pak Gubernur,” tambahnya.
Membantu Anak anak
Sementara Global Village Foundation merupakan organisasi internasional yang fokus membantu anak-anak dengan lumpuh layu. Sejauh ini, Lampung menjadi satu-satunya provinsi Sumatera yang berhasil mendapatkan bantuan tersebut.
Anggota DPRD Kota Bandar Lampung sekaligus Pemerhati Penyandang Disabilitas, Dewi Mayang Suri Djausal mengatakan. Global Village Foundation adalah salah satu yayasan yang membantu anak-anak Indonesia.
“Lampung sudah kedua kalinya dapat bantuan kursi roda khusus lumpuh layu. Saat ini yang terdata penderita lumpuh layu sekitar 600 tapi kita sudah koordinasi ke 15 kabupaten kota untuk data warga yang membutuhkan,” katanya.
Kemudian ia mengatakan masih banyak yang belum tahu ada informasi pemberian bantuan kursi roda. Dan yang terbagikan hari ini yang sudah custom yang sudah terlist dan sudah sesuai ukurannya. “Kedepannya kita akan berupaya terus memberikan bantuan untuk warga Lampung untuk mendapatkan kursi roda ini,” katanya.
Lalu ia juga mengapresiasi semua lembaga yang ikut berpartisipasi dan membantu kegiatan sosial ini. “Kepada Baznas Provinsi Lampung, Bussaina yang turut membantu dalam proses penyaluran bantuan ini sangat memberikan kemudahan,” katanya.
Ia mengatakan Pemprov Lampung juga terus berkoordinasi dengan aparat setempat untuk meminta informasi keluhan warga. “Kami akan terus berkolaborasi bukan hanya dengan Global Village Foundation tapi dengan pemerintah pusat dan bantuan dari CSR lain. Akan kami berikan langsung kepada warga Lampung,” ujarnya.








