Jakarta (Lampost.co) – Grup band legendaris GIGI kembali menunjukkan taringnya lewat single terbaru berjudul “Menari-nari” yang dirilis awal Juli 2025. Lagu ini menjadi pemanasan menuju perilisan album penuh mereka yang bertajuk Forever In The Air.
Poin Penting
- GIGI merilis single terbaru berjudul “Menari-nari” sebagai pemanasan menuju album Forever In The Air.
- Lagu ini hadir dengan warna musik lebih segar, namun tetap mempertahankan ciri khas GIGI.
- Video lirik bernuansa metropolitan memperkuat interpretasi artistik dari pesan lagu tersebut.
- GIGI tetap solid dengan formasi Armand, Budjana, Thomas, dan Hendy.
Melalui “Menari-nari”, GIGI membawa warna musik yang lebih segar namun tetap mempertahankan identitas khas mereka. Video lirik bernuansa kota metropolitan turut menyertai perilisan lagu dengan visual artistik yang mendalam.
Baca juga : Peterpan Reuni Tanpa Ariel, Empat Vokalis Baru Siap Meriahkan Konser di Bandung
Band ini masih diperkuat oleh formasi klasik: Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, dan Hendy Giyanto. Single tersebut menjadi bukti bahwa GIGI terus berinovasi dan ingin relevan di tengah perubahan industri musik.
Lagu ini tak hanya menyapa penggemar lama, tapi juga menjangkau generasi muda yang baru mengenal karya mereka.
Lagu baru Band GiGi Sebagai Jembatan Lintas Generasi
Dalam siaran pers, GIGI menyebut lagu ini sebagai jembatan lintas generasi dan bentuk evolusi musikal mereka. Meski identik dengan aransemen kompleks, kali ini GIGI memilih pendekatan musik yang lebih sederhana dan personal. “Menari-nari” menawarkan refleksi emosional tentang berdamai dengan masa lalu dan merangkulnya tanpa penyesalan.
Lagu ini lahir dari pemikiran bahwa trauma tidak selalu harus dilupakan, tapi bisa diajak berdansa bersama. GIGI menyampaikan bahwa hidup tak menunggu kesembuhan penuh, namun bisa berjalan sambil menerima luka. Menurut mereka, kenangan masa lalu bukan beban, melainkan bagian dari perjalanan yang layak dirayakan.
Proses kreatif lagu ini dimulai dari workshop di Puncak dengan tempo cepat yang akhirnya diubah menjadi lebih kalem. Mereka sempat ingin menambahkan solo Hawaiian atau harmonika, tapi akhirnya memilih aransemen minimalis. Solo gitar yang awalnya hanya rekaman panduan justru dipertahankan karena terasa jujur dan bermakna.
Keputusan ini menggambarkan filosofi lagu: biarkan yang tidak sempurna tetap tinggal sebagai bagian perjalanan. Kini, lagu “Menari-nari” telah tersedia di berbagai platform musik digital, siap menemani pendengar lintas usia.








