Bandar Lampung (Lampost.co) – Program Kelas Migran Vokasi (KMV) telah berjalan di sebagian sekolah menengah di Lampung. Namun, pelaksanaan sertifikasi kemampuan bahasa Jepang masih menjadi kendala agar peserta didik bisa memiliki sertifikat N4.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Thomas Amirico mengungkapkan, selama ini pelaksanaan sertifikasi N4 hanya ada di Medan, Sumatera Utara dan Palembang, Sumatera Selatan. Sehingga para calon pekerja migran ke Jepang yang ingin mendapatkan sertifikat N4 harus keluar daerah.
Pemerintah saat ini tengah meminta bantuan Kementerian P2MI untuk menghadirkan pelaksanaan sertifikasi N4 di Lampung. Adanya sertifikasi N4 di Lampung akan membantu para peserta KMV ketika lulus nanti.
“Sertifikasi N4 kita berharap ada di Lampung, karena selama ini adanya di Medan dan Palembang, kami berharap kementerian bisa membantu agar sertifikasi N4 ada di Lampung,” ungkapnya saat di SMKN 4 Bandar Lampung, Senin, 17 November 2025.
Sertifikat N4 merupakas berkas yang menunjukkan kemampuan bahasa Jepang tingkat pemula menengah. Hal itu setara dengan menguasai sekitar 300 kanji dan 1.500 kosakata. Kemudian, mampu memahami percakapan dan membaca materi sederhana
Sertifikat ini sering menjadi syarat untuk magang, belajar, atau bekerja di Jepang, terutama untuk kemampuan dasar dalam percakapan sehari-hari. Adapun sertifikat oleh Japanese Language Proficiency Test (JLPT) ini memiliki bobot poin minimal kelulusan 90 poin.
Thomas menambahkan, sementara ini program unggulan Pemprov Lampung itu telah berjalan di 93 dari 240 sekolah yang menjadi target. Secara total, ada 2.658 siswa yang saat ini mulai mengikuti program tersebut.
“Sementara itu, lebih dari 5.000 siswa lainnya sedang menunggu giliran dan perkiraannya mulai mengikuti pembelajaran pada bulan ini,” kata dia.
Monitor
Ia memastikan Pemprov Lampung akan terus memonitor proses pembelajaran, termasuk peningkatan kualitas pengajaran, kesiapan uji kompetensi, dan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja Jepang.
Saat ini ada delapan sektor yang menjadi target penyaluran kerja di Jepang antara lain manufaktur, caregivery, konstruksi, perhotelan, perkebunan, perikanan, pengolahan makanan, dan sektor pekerjaan umum.
“Tahun ini beberapa perusahaan Jepang akan datang langsung ke Lampung untuk melihat proses pembelajaran dan menyiapkan rekrutmen. Kita berharap siswa yang siap bisa langsung terserap,” ujarnya.








