Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung meminta seluruh daerah memperkuat keterbukaan informasi publik, terutama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem pekan ini.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan pentingnya akses informasi cepat agar masyarakat dapat segera melapor saat kondisi darurat.
Mirza meminta kabupaten dan kota menyiapkan jalur komunikasi yang responsive. Termasuk penyediaan nomor khusus bencana yang mudah terjangkau masyarakat. Ia menilai layanan informasi yang terbuka dapat mempercepat upaya penanganan di lapangan.
“Setiap daerah harus menyediakan saluran informasi darurat dan memastikan nomor khusus bencana terpublikasikan secara luas. Sehingga, bila situasi darurat terjadi, masyarakat dapat segera melapor dan penanganan tanpa penundaan,” ujar Mirza, Minggu, 7 Desember 2025.
Instruksi tersebut setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Radin Inten II merilis peningkatan potensi hujan signifikan di Lampung. Kondisi itu terpicu Dipole Mode Indeks (DMI) negatif, daerah konvergensi, dan pemanasan suhu muka laut di Samudra Hindia.
BMKG memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat berpeluang turun pada 7–9 Desember 2025 di wilayah Pesawaran, Tanggamus, dan Pesisir Barat. Kondisi itu dapat memicu banjir, banjir bandang, serta tanah longsor di sejumlah titik rawan.
Peluang hujan sedang hingga lebat bisa meluas ke kabupaten dan kota lainnya. Masyarakat harus tetap memantau informasi cuaca dari kanal resmi dan meningkatkan kewaspadaan.
Mirza menambahkan, camat, lurah, dan kepala desa harus memperkuat koordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, aparat keamanan, dan Satgas Desa. Pemantauan wilayah perlu setiap hari untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai langkah keselamatan apabila terjadi kondisi darurat. Sosialisasi kewaspadaan penting untuk meminimalkan risiko di lapangan.
Dengan meningkatnya curah hujan memasuki Desember, Pemprov Lampung berharap seluruh perangkat daerah bekerja proaktif dan terkoordinasi. Gubernur menegaskan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam menghadapi dinamika cuaca yang tidak menentu.








