Bandar Lampung (Lampost.co) — Di tengah semakin maraknya aktivitas digital—mulai dari media sosial, email, layanan belanja daring, hingga transaksi perbankan—kata sandi menjadi pertahanan pertama yang melindungi identitas dan data pribadi. Namun faktanya, banyak pengguna masih menggunakan password yang pendek, lemah, dan mudah ditebak peretas.
Berbagai laporan keamanan siber menunjukkan bahwa pola kata sandi yang dipilih pengguna dari tahun ke tahun hampir tidak berubah. Banyak orang masih mengutamakan kemudahan diingat ketimbang keamanan akun. Akibatnya, risiko pembobolan semakin tinggi, terutama dengan teknik serangan yang kini makin canggih.
Mengapa Kata Sandi Lemah Sangat Berbahaya?
Password merupakan gerbang utama menuju seluruh identitas digital seseorang. Ketika sandi terlalu sederhana, peretas dapat membobol akun hanya dalam hitungan detik menggunakan teknik seperti:
1. Brute Force
Metode menebak ribuan hingga jutaan kombinasi kata sandi secara otomatis hingga menemukan kecocokan.
2. Password Spraying
Peretas mencoba beberapa kata sandi populer ke banyak akun sekaligus, memanfaatkan kebiasaan pengguna memilih sandi yang sama.
3. Credential Stuffing
Saat sebuah platform mengalami kebocoran data, kombinasi email dan sandi yang bocor dicoba kembali di layanan lain. Jika Anda memakai sandi yang sama, peretas bisa mengakses banyak akun sekaligus.
Artinya, satu kebocoran saja dapat merembet ke seluruh layanan digital yang Anda gunakan.
20 Kata Sandi Paling Banyak Digunakan pada 2025 (Wajib Dihindari!)
Daftar berikut menunjukkan kata sandi yang paling sering dipakai pengguna di seluruh dunia. Hampir semuanya mudah ditebak karena berupa angka berurutan atau kata umum yang sudah dipakai selama bertahun-tahun.
-
123456
-
123456789
-
12345678
-
password
-
qwerty123
-
qwerty1
-
111111
-
12345
-
secret
-
123123
-
1234567890
-
1234567
-
000000
-
qwerty
-
abc123
-
password1
-
iloveyou
-
11111111
-
dragon
-
monkey
Masih munculnya sandi seperti “123456”, “password”, atau “abc123” menegaskan bahwa banyak orang lebih mengutamakan kemudahan mengingat daripada keamanan. Padahal, pembobolan kombinasi tersebut hanya dalam hitungan detik.
Risiko Menggunakan Kata Sandi Sama di Banyak Platform
Memakai satu kata sandi untuk semua akun adalah kebiasaan berbahaya yang dapat menyebabkan efek domino. Bila satu layanan terserang dan password Anda bocor, akun lain dengan sandi yang sama akan ikut terancam melalui teknik credential stuffing.
Konsekuensinya bisa sangat serius, seperti:
-
pencurian akses email
-
ambil alih akun media sosial
-
transaksi ilegal pada layanan keuangan
-
penyalahgunaan identitas
-
hilangnya data pribadi dan privasi
Semakin banyak platform yang memakai sandi serupa, semakin besar peluang peretas masuk tanpa hambatan.
Cara Membuat Kata Sandi yang Aman (Rekomendasi 2025)
Jika ingin benar-benar melindungi akun digital Anda, ikuti beberapa langkah berikut:
Gunakan Password yang Kuat dan Panjang
Buat kombinasi yang terdiri dari:
-
huruf besar (A–Z)
-
huruf kecil (a–z)
-
angka
-
simbol khusus (!@#$%^&*)
Semakin panjang dan acak, semakin sulit tertebak.
Gunakan Sandi Berbeda di Setiap Platform
Satu akun bocor tidak boleh membuka akses ke akun lain. Hindari penggunaan ulang password meski hanya di dua layanan sekalipun.
Gunakan Password Manager
Aplikasi pengelola sandi dapat:
-
membuat sandi acak yang sangat kuat
-
menyimpan semua kata sandi secara aman
-
mengisi otomatis login tanpa perlu mengingat satu per satu
Dengan cara ini, Anda hanya perlu menghafal satu master password yang aman.
Kesimpulan
Menggunakan kata sandi yang lemah bukan hanya berisiko, tetapi bisa membuka pintu bagi berbagai serangan siber yang merugikan. Daftar 20 kata sandi terpopuler tahun 2025 menunjukkan masih banyak pengguna yang belum sadar akan pentingnya keamanan digital.
Mulailah menggunakan kata sandi kuat, unik, dan berbeda di setiap layanan. Lengkapi dengan password manager agar lebih praktis dan aman. Di era serba terhubung seperti sekarang, meningkatkan keamanan akun bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.








