• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 23/03/2026 00:52
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Kesehatan

WHO Buka Suara soal Wabah Nipah di India, Ini Risiko Penyebarannya

Saat ini, langkah-langkah respons kesehatan masyarakat telah dijalankan secara terkoordinasi oleh pemerintah pusat India bersama otoritas kesehatan tingkat negara bagian.

NurbyNur
28/01/26 - 18:24
in Kesehatan, Nasional
A A
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran lebih luas virus Nipah

Ilustrasi Rwanda menghadapi wabah virus marburg. Dok/Anadolu

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co)— Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran lebih luas virus Nipah dari klaster kasus terbaru di India masih tergolong rendah.

Penilaian tersebut disampaikan menyusul temuan lima kasus infeksi virus Nipah di negara bagian Benggala Barat, India. Hal ini mengakibatkan sekitar 100 orang harus menjalani karantina sebagai langkah pencegahan.

Seorang pejabat WHO menyatakan bahwa India menilai memiliki kapasitas dan pengalaman memadai dalam menangani wabah virus Nipah. Ini sebagaimana telah menunjukkan dalam beberapa kejadian sebelumnya.

Baca juga: Pakar Ungkap Superflu Sebagai Mutasi Virus H3N2

Saat ini, langkah-langkah respons kesehatan masyarakat telah jalankan secara terkoordinasi oleh pemerintah pusat India bersama otoritas kesehatan tingkat negara bagian.

“Rekomendasi penanganan wabah sedang mereka terapkan, termasuk pelacakan kontak, isolasi pasien. Serta penguatan pengawasan epidemiologis,” ujar pejabat WHO tersebut.

Penularan Kasus Baru

Meski demikian, WHO mengakui bahwa sumber pasti penularan pada kasus terbaru ini belum sepenuhnya teridentifikasi. Hal ini menjadi perhatian karena virus Nipah diketahui bersifat zoonosis dan memiliki reservoir alami pada populasi kelelawar buah (flying fox).

WHO memperingatkan potensi paparan lanjutan masih dapat terjadi, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki populasi kelelawar pembawa virus Nipah. Seperti beberapa bagian India dan Bangladesh, termasuk Benggala Barat.

“Ada kemungkinan paparan berulang, mengingat virus Nipah secara alami beredar pada kelelawar di kawasan ini. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat sangat penting, khususnya terkait faktor risiko seperti konsumsi getah pohon kurma yang dapat terkontaminasi,” kata pejabat WHO, mengutip dari Global Times.

Wabah Nipah ke Tujuh

WHO mencatat, wabah kali ini merupakan wabah Nipah ketujuh yang terdokumentasi di India, serta yang ketiga terjadi di Benggala Barat sejak tahun 2001. Dua wabah sebelumnya di wilayah tersebut tercatat terjadi di Distrik Siliguri pada 2001 dan Distrik Nadia pada 2007, yang keduanya berbatasan langsung dengan Bangladesh—negara yang hampir setiap tahun melaporkan kasus virus Nipah.

Selain Benggala Barat, wabah virus Nipah juga beberapa kali muncul di negara bagian Kerala, India selatan, yang sebelumnya mencatat tingkat fatalitas cukup tinggi meski berhasil dikendalikan melalui respons cepat.

Seiring dengan perkembangan kasus ini, sejumlah negara dan wilayah di Asia mulai meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk internasional. Beberapa bandara di Wilayah Administratif Khusus Hong Kong, Taiwan, Thailand, dan Nepal melaporkan telah memperketat pengawasan kesehatan terhadap penumpang. Termasuk pemeriksaan suhu tubuh dan penelusuran riwayat perjalanan.

Langkah antisipatif tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan lintas negara. Mengingat virus Nipah memiliki tingkat kematian yang tinggi dan belum memiliki pengobatan maupun vaksin spesifik.

WHO kembali menegaskan pentingnya kerja sama regional, transparansi data. Serta edukasi publik sebagai kunci untuk mencegah meluasnya wabah dan meminimalkan risiko kesehatan global.

Tags: Indiavirus nipahWHO
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Kemenhub Imbau Masyarakat Hindari Puncak Arus Balik Balik Lebaran 2026

Kemenhub Imbau Masyarakat Hindari Puncak Arus Balik Balik Lebaran 2026

byWandi Barboyand1 others
22/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Aan Suhanan, mengimbau masyarakat menghindari puncak arus balik Lebaran 2026...

Skema WFH

Panduan Sistem Kerja Fleksibel Lebaran 2026

byDelima Napitupulu
21/03/2026

Jakarta (lampost.co)--Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah merilis panduan strategis mengenai pengaturan pola kerja selama periode Idulfitri 1447 Hijriah....

Presiden Prabowo Subianto .(Dok. Biro Pers Istana)

Kebijakan Kerja Dari Rumah Antisipasi Krisis Global

byDelima Napitupulu
21/03/2026

Jakarta (lampost.co)--Dalam upaya membentengi ketahanan ekonomi nasional dari ketidakpastian global, Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus kepada jajaran kabinetnya. Fokus...

Berita Terbaru

Pantai M Beach
Lampung Selatan

Antisipasi Lonjakan Wisatawan Lebaran, Polisi Perketat Penjagaan di Pantai M Beach

byDenny ZY
22/03/2026

Kalianda (Lampost.co) -- Momentum libur Idulfitri 1447 Hijriah mulai membawa peningkatan aktivitas di sejumlah destinasi wisata pesisir Lampung Selatan. Satuan...

Read moreDetails
Pantai Senaya Kalianda

Libur Lebaran 2026: Pantai Senaya Kalianda Diserbu Wisatawan, Polisi Perketat Pengamanan

22/03/2026
pengamanan wisata

Libur Lebaran 2026: Polresta Bandar Lampung Perketat Pengamanan Objek Wisata dan Pusat Perbelanjaan

22/03/2026
Logo La Liga Spanyol

Comeback Dramatis Elche Keluar dari Zona Merah

22/03/2026
Suasana penumpang yang menaiki Kapal Ferry dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Bakauheni, Minggu, 22 Maret 2025. (Foto: Lampost.co / Intan Tyas)

Arus Penyeberangan Bakauheni – Merak Hari Kedua Lebaran Ramai Lancar

22/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.