Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi sejumlah wilayah perairan Provinsi Lampung. Peringatan ini berlaku mulai 5 Februari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 8 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.
Kemudian berdasarkan informasi resmi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Panjang. Pola angin wilayah perairan Lampung umumnya bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan berkisar 2–20 knot.
Sementara kecepatan angin tertinggi terpantau pada Selat Sunda Bagian Selatan Lampung. Lalu Teluk Lampung Bagian Selatan, Perairan Timur Lampung Bagian Utara, serta Perairan Timur Lampung Bagian Selatan.
“BMKG mencatat potensi tinggi gelombang 1,25 – 2,5 meter yang berpeluang terjadi pada Perairan Barat Lampung dan Perairan Teluk Lampung Bagian Selatan.” kata Prakirawan BMKG, Putu Ray Arisudana dalam siarannya, Rabu, 4 Februari 2026.
Kemudian kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Lalu kapal tongkang, saat kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter
Selain itu, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter di Selat Sunda Bagian Selatan Lampung. Gelombang setinggi ini berisiko tinggi bagi aktivitas pelayaran, khususnya perahu nelayan, kapal tongkang dan kapal feri. Terutama saat kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter
BMKG mengimbau seluruh nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi cuaca maritim terbaru. Serta menunda aktivitas pelayaran jika kondisi dinilai tidak aman.








