Bandar Lampung (Lampost.co) — Selama bertahun-tahun, pengguna ponsel layar lipat (foldable) harus menerima satu kenyataan pahit: kompromi pada sektor kamera. Ini terjadi karena keterbatasan ruang fisik pada bodi yang tipis. Kualitas fotografi ponsel lipat selalu berada satu tingkat di bawah ponsel flagship konvensional. Namun, memasuki kuartal kedua tahun 2026, Vivo tampaknya siap menghancurkan stigma tersebut. Hal ini akan dilakukan melalui suksesor teranyarnya, Vivo X Fold 6.
Kabar yang beredar di industri teknologi pada Februari 2026 ini menyebutkan bahwa Vivo tengah menguji purwarupa X Fold 6. Ponsel tersebut menawarkan peningkatan perangkat keras yang sangat agresif. Fokus utamanya bukan lagi sekadar tipis atau ringan. Selain itu, ponsel ini ingin menjadi perangkat fotografi paling mumpuni di kelasnya.
Ambisi 200 Megapiksel: Bukan Sekadar Angka
Laporan dari berbagai leaker ternama menunjukkan bahwa Vivo X Fold 6 akan mengadopsi sensor 200MP. Belum dipastikan apakah sensor raksasa ini akan bertugas sebagai kamera utama atau disematkan pada lensa periskop untuk kemampuan zoom ekstrem. Hal ini mirip dengan apa yang telah dicapai pada seri Vivo X300 Pro.
Penggunaan sensor 200MP pada ponsel lipat merupakan lompatan besar. Dengan sensor ini, pengguna dapat melakukan cropping pada hasil foto tanpa kehilangan detail. Ini merupakan sebuah fitur yang sebelumnya hanya menjadi kemewahan pengguna ponsel ‘bar’ seperti Galaxy S26 Ultra atau seri Ultra milik Vivo sendiri.
Sensor Multispektral untuk Akurasi Warna Zeiss
Selain resolusi tinggi, Vivo dikabarkan menyertakan sensor multispektral. Teknologi ini berfungsi membaca spektrum cahaya yang lebih luas untuk menghasilkan reproduksi warna yang jauh lebih akurat dan mendekati aslinya. Dipadukan dengan optik dari Zeiss dan pelapisan T* Coating terbaru versi 2026, Vivo X Fold 6 diprediksi akan memiliki karakter warna yang lebih profesional. Hal ini membuatnya dibandingkan kompetitornya.
Performa dan Efisiensi Snapdragon 8 Gen 5
Dari sisi dapur pacu, Vivo X Fold 6 santer dikabarkan akan menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5. Menariknya, Vivo diprediksi lebih memilih chipset ini ketimbang varian ‘Elite’ untuk menjaga efisiensi suhu. Mengingat bodi ponsel lipat memiliki tantangan disipasi panas yang lebih berat, penggunaan chip 6nm (nanometer) generasi terbaru ini dianggap sebagai langkah strategis. Langkah ini diambil untuk menjaga performa tetap stabil saat penggunaan berat maupun proses pengolahan gambar AI yang intens.
Bodi Tipis dengan Kapasitas Baterai ‘Monster’
Meski mengusung modul kamera yang masif, Vivo tidak mengorbankan estetika. Bocoran menunjukkan Vivo X Fold 6 akan tetap mempertahankan profil tipis di bawah 10mm saat terlipat. Namun tetap sanggup menampung baterai berkapasitas sekitar 6.500 mAh. Ini merupakan pencapaian teknik yang luar biasa untuk standar industri tahun 2026.
Prediksi Peluncuran
Vivo X Fold 6 diperkirakan akan memulai debutnya di pasar Tiongkok pada periode April hingga Juni 2026, sebelum merambah ke pasar global. Jika rumor mengenai kamera 200MP ini terbukti benar, maka peta persaingan ponsel lipat dunia akan berubah total. Dengan demikian, ponsel lipat tidak lagi hanya tentang layar lebar yang bisa dilipat, tetapi telah berevolusi menjadi alat fotografi profesional yang fleksibel.








