Bandar Lampung (Lampost.co) – Muhammad Firsada meraih gelar Doktor Ilmu Pengembangan Masyarakat Islam dari Universitas Islam Negeri Raden Intan Provinsi Lampung. Ia menjadi doktor ke-400 dari kampus tersebut.
Kegiatan Ujian Promosi Doktor (S3) tersebut berlangsung pada Ballroom UIN Raden Intan Lampung, Kamis, 12 Februari 2026. Dalam sidang tersebut ia mengupas disertasi berjudul “Strategi Internalisasi Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama dalam Pencegahan Radikalisme”.
Sementara itu, Ketua tim penguji dalam ujian tersebut yakni Prof. Idrus Ruslan. Kemudian anggota penguji terdiri dari Prof. M. Irfan Idris; Prof. M. Nasor; Prof. Moh. Bahrudin; Prof. Rini Setiawati; Prof. Ruslan Abdul Ghofur. Lalu Dr. Mawardi sebagai sekretaris.
Baca Juga:
https://lampost.co/lampung/perkuat-komitmen-jaga-keutuhan-nkri-dari-ancaman-radikalisme/
Muhammad Firsada saat ini menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Lampung. Kemudian menjabat Komisaris Utama Bank Lampung. Ia juga pernah menjadi Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung (2025) dan Pj. Bupati Tulang Bawang Barat (2023). Selain itu, ia juga aktif sebagai Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung, Rahmad Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi kepada Muhammad Firsada yang meraih gelar Doktor Ilmu Pengembangan Masyarakat Islam. Dengan disertasi berjudul “Strategi Internalisasi Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama dalam Pencegahan Radikalisme”.
Lalu menurutnya, disertasi tersebut memberikan kontribusi penting bagi pemerintah daerah. Terlebih dalam merumuskan model komunikasi kebijakan, strategi pendidikan sosial. Serta pendekatan kolaboratif antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga sebagai unit terkecil dalam transmisi nilai kebangsaan.
Baca Juga:
https://lampost.co/lampung/internalisasi-nilai-kebangsaan-dan-penguatan-agama-cegah-radikalisme/
“Saya percaya, disertasi ini dapat menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah, lembaga pendidikan. Serta organisasi keagamaan dalam merancang program deradikalisasi berbasis edukasi dan budaya lokal,” ujarnya.
Kemudian Mirza juga menegaskan peran strategis UIN Raden Intan Lampung. Sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang moderat, inklusif, dan berwawasan kebangsaan.
“Saya berharap UIN Raden Intan Lampung terus menjadi rumah besar moderasi beragama di Provinsi Lampung. Sekaligus pusat riset dan pengabdian masyarakat yang berdampak luas,” katanya.








