Bandar Lampung (Lampost.co) — Memasuki pertengahan Februari 2026, pasar konsol PC genggam (handheld) sedang menghadapi gejolak besar. Steam Deck, perangkat besutan Valve yang merevolusi cara bermain game PC secara portabel, kini menjadi barang yang sulit didapatkan di pasar global maupun domestik. Krisis ketersediaan komponen memori dan storage yang tersedot oleh kebutuhan pusat data AI (Artificial Intelligence) menjadi penyebab utamanya.
Laporan pasar terbaru menunjukkan bahwa stok Steam Deck OLED di Amerika Serikat dan sebagian Asia mulai menguap. Di Indonesia, para distributor mulai menyesuaikan harga seiring dengan menipisnya unit kiriman dari luar negeri. Situasi ini diperparah dengan prediksi kenaikan harga komponen RAM hingga 110 persen pada kuartal pertama tahun 2026.
Daftar Harga Steam Deck di Indonesia (Februari 2026)
Meskipun Valve secara resmi telah menghentikan produksi model LCD sejak akhir 2025, unit-unit sisa masih bisa ditemukan di beberapa marketplace lokal. Namun, fokus utama konsumen kini beralih ke varian OLED. Varian ini menawarkan layar lebih cerah dan efisiensi baterai yang jauh lebih baik.
- Steam Deck OLED 512 GB: Rp8.250.000 – Rp8.950.000
- Steam Deck OLED 1 TB: Rp10.899.000 – Rp12.300.000
- Steam Deck LCD 256 GB (Sisa Stok/Refurbished): Rp6.720.000 – Rp7.100.000
*Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung ketersediaan stok di marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Blibli.
Kabar Steam Deck 2: Valve Menunggu Lompatan Generasi
Bagi para gamer yang menantikan Steam Deck 2, nampaknya kesabaran ekstra masih sangat diperlukan. Valve telah menegaskan dalam blog resminya di awal tahun 2026 bahwa mereka tidak akan merilis suksesor hanya untuk peningkatan performa sebesar 20-30 persen. Namun, Valve mengincar “generational leap” dalam hal efisiensi daya dan kekuatan pemrosesan tanpa mengorbankan daya tahan baterai.
Rumor industri memprediksi Steam Deck 2 baru akan muncul paling cepat pada akhir 2026 atau bahkan 2027. Valve saat ini lebih memilih fokus mengembangkan ekosistem perangkat keras lainnya seperti Steam Machine (hybrid PC-konsol) dan Steam Frame (VR Headset). Kedua perangkat ini dijadwalkan meluncur tahun ini, meskipun keduanya juga terancam tertunda akibat krisis komponen.
Ekspansi SteamOS ke Perangkat Pihak Ketiga
Kabar gembira datang dari sisi software. Valve mulai memperluas jangkauan SteamOS di luar perangkat internal mereka. Salah satu kolaborasi paling menarik di tahun 2026 ini adalah kehadiran Lenovo Legion Go 2 edisi SteamOS. Perangkat tersebut dijadwalkan rilis Juni mendatang dan akan menggunakan prosesor AMD Ryzen Z2 Extreme terbaru dengan layar OLED 8,8 inci.
Langkah ini dinilai strategis karena performa SteamOS terbukti jauh lebih efisien dan ringan dibandingkan Windows 11 untuk perangkat handheld. Dalam beberapa pengujian, game yang dijalankan di SteamOS memiliki konsumsi baterai yang lebih hemat dan stabilitas frame rate yang lebih baik.
Kesimpulan: Beli Sekarang atau Tunggu?
Jika Anda mempertimbangkan untuk membeli Steam Deck di bulan Februari 2026, sekarang mungkin menjadi kesempatan terakhir sebelum harga melambung tinggi akibat kelangkaan memori global. Dengan dukungan lebih dari 25.000 game yang telah terverifikasi (Verified/Playable), Steam Deck tetap menjadi investasi gaming portabel terbaik. Bahkan di tengah kepungan pesaing seperti Nintendo Switch 2 dan Asus ROG Ally 2, perangkat ini tetap unggul.








