IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 04/04/2026 12:25
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Gaya Hidup

Ini Filosofi “Ong Lai” dan Etika Kue Keranjang di Hari Imlek

Delima NapitupulubyDelima Napitupulu
17/02/26 - 14:59
in Gaya Hidup
A A
Kue keranjang

Kue keranjang.(Shutterstock)

ADVERTISEMENT

Jakarta (lampost.co)–Perayaan Imlek selalu menghadirkan deretan makanan khas yang menghiasi meja tamu di rumah masyarakat Tionghoa. Namun, hidangan seperti nastar, kue lapis, hingga kue keranjang bukan sekadar pengganjal perut. Pakar Fengshui Yulius Fang menjelaskan bahwa setiap gigitan menyimpan doa dan harapan mendalam untuk tahun yang baru.

Salah satu primadona di meja tamu adalah kue nastar. Isian selai nanas dalam nastar memiliki makna strategis dalam tradisi Hokkien. Nanas populer dengan sebutan ‘ong lai’, yang secara fonetik terdengar seperti “kemakmuran datang”.

“Ong bermakna sesuatu yang hebat, berkuasa, dan makmur. Ditambah lai yang berarti datang. Menyajikan nastar menjadi simbol agar kehidupan kita tahun ini berkembang hebat dan makmur,” ujar Yulius Fang, baru-baru ini.

Rezeki Berlapis 

Selain nastar, kue lapis menjadi hidangan wajib yang melambangkan harapan agar rezeki datang secara bertahap dan berlapis-lapis. Sementara itu, dumpling atau pangsit membawa cerita sejarah dari daratan Tiongkok.

Dahulu, perayaan Imlek bertepatan dengan musim dingin ekstrem yang membuat sayur dan buah sulit tumbuh. Masyarakat kemudian mengandalkan adonan tepung dan daging yang mudah mereka olah menjadi dumpling. Hingga kini, hidangan ini tetap lestari sebagai pengingat akan daya tahan dan kebersamaan keluarga.

Yulius mengungkap satu fakta unik mengenai etika menerima tamu. Meskipun tuan rumah menyajikan kue keranjang di meja, tamu sebenarnya tidak boleh memakannya saat berkunjung.

“Kue keranjang di meja tamu hanya untuk konsumsi tuan rumah. Mengapa? Karena tekstur kue keranjang saat Imlek biasanya masih sangat basah dan lengket, sehingga sulit untuk tamu nikmati secara langsung. Anda harus menunggu beberapa hari sampai kue agak mengeras sebelum mengolahnya,” jelas Yulius.

Meski tidak untuk dimakan di tempat, kue keranjang sangat ideal sebagai hantaran atau hadiah. Memberikan kue ini kepada sanak saudara melambangkan kebersamaan dan hubungan yang erat.

Inspirasi Hantaran Selain Kue

Bagi Anda yang ingin mengirimkan hantaran selain kue keranjang, Yulius menyarankan beberapa alternatif yang tetap sarat makna:

  • Buah Jeruk: Melambangkan emas dan keberuntungan.

  • Buah Apel: Simbol keselamatan dan kedamaian.

  • Angpao: Hadiah praktis yang selalu masyarakat nantikan.

Tradisi mengirimkan kue, minuman, atau hantaran kepada orang tua dan mertua juga berfungsi untuk membantu tuan rumah. Dengan kiriman tersebut, orang tua sudah memiliki stok suguhan yang cukup saat tamu lain datang berkunjung, sehingga mereka tidak perlu repot menyiapkan makanan lagi. (ANT)

Tags: Filosofi Makanan TionghoaImlek 2026Kue KeranjangNastar ImlekYulius Fang
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Di tengah arus modernisasi, berbagai tradisi lokal tetap dilestarikan sebagai bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Lampung.

7 Tradisi Lokal Lampung yang Masih Dilestarikan hingga Kini

byNur
02/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) –-- Provinsi Lampung tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan kekayaan kulinernya. Tetapi juga memiliki warisan budaya...

Kemacetan lalu lintas menjadi salah satu persoalan yang kerap dihadapi masyarakat di Bandar Lampung, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Lampost.co/Restu Amalia.

7 Tips Jitu Menghindari Kemacetan di Bandar Lampung

byNur
02/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) ---– Kemacetan lalu lintas menjadi salah satu persoalan yang kerap masyarakat di Bandar Lampung hadapi. Terutama pada...

Ruang Terbuka di Bandar Lampung yang Cocok untuk Rekreasi

7 Ruang Terbuka di Bandar Lampung yang Cocok untuk Rekreasi

byNur
01/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Bandar Lampung terus berkembang sebagai kota yang tidak hanya menawarkan pusat perdagangan dan jasa, tetapi juga...

Berita Terbaru

Ilustrasi harga emas Antam hari ini. Dok/Logam Mulia
Ekonomi dan Bisnis

Harga Jual Kembali Emas Hari Ini (Buyback) 4 April 2026 Bertengger di Level RpRp2.577.000/Gram

byAdi Sunaryo
04/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)- Harga jual kembali emas hari ini atau harga penjualan kembali (buyback) pada Sabtu, 4 April 2026 tidak...

Read moreDetails
Bandar Lampung terus menghadirkan ruang terbuka yang nyaman untuk masyarakat. Dok Lampost.co

7 Ruang Terbuka di Bandar Lampung, Cocok untuk Healing dan Liburan Keluarga

04/04/2026
Foto udara aktivitas pengolahan nikel (smelter) di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Desa Lelilef, kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Minggu (7/7/2024).(ANTARA/Andri Saputra)

Pemerintah Tambah 13 Proyek Hilirisasi Baru Senilai Rp239 Triliun

04/04/2026
Hindia

Hindia Debut Produser, Album Menari Dengan Bayangan Segera Melantai di Bioskop

04/04/2026
Dilan ITB 1997

Dialog Ariel NOAH di Trailer Dilan ITB 1997 Viral, Netizen Soroti Kalimat Kontroversial

04/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.