Jakarta (Lmapost.co) – Sutradara kondang Joko Anwar kembali menghebohkan publik melalui karya terbarunya. Kali ini, ia memilih lagu “Cicak-Cicak di Dinding” sebagai latar musik film Ghost in the Cell. Namun, pemilihan lagu anak ini ternyata memiliki alasan yang sangat spesifik.
Poin Penting
- Inspirasi Musik: Menggunakan lagu “Cicak-Cicak di Dinding” sebagai basis tempo film.
- Karakter Utama: Aming berperan sebagai hantu Tokek yang melata dan berbahaya.
- Latar Cerita: Berlokasi di penjara Labuan Angsana dengan sentuhan satire sosial.
- Tanggal Rilis: Tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada 16 April 2026.
Joko Anwar menjelaskan bahwa lirik lagu tersebut mencerminkan perilaku entitas hantu dalam filmnya. Oleh karena itu, melodi yang akrab di telinga masyarakat ini berubah menjadi sangat mengerikan.
Baca juga : Jadwal Tayang Ghost in the Cell: Film Horor Komedi Terbaru Joko Anwar
“’Cicak-cicak di Dinding’ dipilih karena kelakuan dari hantunya itu seperti cicak-cicak di dinding. Sesuai dengan lirik Cicak-cicak di Dinding,” kata Joko Anwar.
Karakter Tokek dan Representasi Visual
Aktor Aming memerankan sosok hantu utama yang bernama Tokek. Selanjutnya, Joko mengungkapkan bahwa cicak merupakan versi kecil dari karakter tersebut. Maka dari itu, penggunaan lagu ini menjadi jembatan visual yang kuat bagi penonton.
“Dan cicak itu kayak versi kecil dari tokek. Karena di film kita ada Tokek,” lanjut Joko Anwar.
Selain itu, ia mendeskripsikan Tokek sebagai makhluk melata yang aktif mencari mangsa. Meskipun bergenre horor komedi, hantu ini memiliki motif yang sangat jelas dan terencana.
Baca juga : Transformasi Vino G Bastian dalam Film Tanah Runtuh: Peran Paling Emosional!
“Cicak-cicak di Dinding itu memang kelakuan dari ghost kita gitu. Jadi dia (Tokek) melata, mencari mangsa,” ucap Joko Anwar.
“Dan hantu di sini nggak kayak hantu di film horor yang hanya menakut-nakuti ya. Jadi, dia (Tokek) punya intent,” tambahnya.
Ritme Film Mengikuti Tempo Lagu
Ide unik ini muncul secara organik saat Joko Anwar menulis naskah. Kemudian, ia merancang seluruh ritme film agar selaras dengan tempo lagu tersebut. Alhasil, terciptalah harmoni yang satir sekaligus mencekam di sepanjang durasi film.
“Dari aku (idenya). Dari aku nulis tuh (muncul) di kepalaku,” tutur Joko Anwar.
“Sepanjang film di kepalaku tetap bermain ‘Cicak-cicak di Dinding’ dan temponya. Jadi beat-nya tuh film kita mengikuti lagu ‘Cicak-cicak di Dinding’ semuanya,” jelas Joko Anwar.
Sinopsis dan Jadwal Tayang
Film ini mengambil latar di Lembaga Pemasyarakatan Labuan Angsana yang penuh kekerasan. Teror gaib mulai menghantui para narapidana di balik jeruji besi yang dingin. Akhirnya, mereka terjepit dalam situasi mematikan tanpa jalan keluar sedikit pun.
Ghost in the Cell akan tayang serentak di bioskop mulai 16 April 2026. Film ini menampilkan aktor hebat seperti Abimana Aryasatya, Bront Palarae, dan Rio Dewanto.








