Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat proses pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di kawasan Kota Baru.
Saat ini, sejumlah dokumen perizinan yang menjadi syarat pembangunan sedang diselesaikan agar proyek tersebut dapat berjalan sesuai target.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi, menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan usulan Pemerintah Provinsi Lampung yang saat ini masih melengkapi beberapa dokumen persyaratan perizinan.
“Dari sekitar sembilan poin persyaratan yang terpenuhi, sebagian besar sudah selesai. Saat ini tinggal tiga dokumen yang sedang berproses dan tadi sudah terbahas dalam rapat bersama Pak Sekda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu dokumen yang telah rampung adalah dokumen lingkungan berupa UKL-UPL. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah menyelesaikan dokumen tersebut sehingga tidak memerlukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Menurutnya, Kementerian Lingkungan Hidup memberikan ketentuan bahwa proyek Sekolah Rakyat yang termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN) cukup menggunakan UKL-UPL apabila daerah tersebut telah memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Alhamdulillah dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Selatan sudah menyatakan UKL-UPL selesai dan mereka juga sudah memiliki RTRW, sehingga syarat lingkungan sudah terpenuhi,” kata Aswarodi.
Selain itu, dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) juga tengah kebut penyelesaiannya.
Dinas Perhubungan disebut siap mempercepat proses penyusunan dokumen tersebut agar segera rampung dalam waktu dekat.
Sementara itu, dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) masih menunggu terbitnya Peraturan Bupati Lampung Selatan yang saat ini sedang dalam proses di Kementerian Hukum dan HAM.
“Perbup tentang SOP penyusunan PKKPR non-berusaha sedang berproses. Setelah itu selesai, Kabupaten Lampung Selatan akan langsung menuntaskan PKKPR,” jelasnya.
Proses pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kota Baru juga terus berjalan. Berdasarkan hasil peninjauan terakhir, progres pembangunan telah mencapai sekitar 17,8 persen.
“Kalau sekitar sampai hari ini kemungkinan sudah di atas 20 persen. Saat ini masih pada tahap pondasi, sementara proses land clearing sudah selesai,” ungkapnya.








