Bandar Lampung (Lampost.co) — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperluas izin penggunaan vaksin campak produksi PT Bio Farma untuk kelompok usia dewasa yang berisiko terinfeksi.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar menyampaikan bahwa sebelumnya vaksin campak hanya untuk bagi anak-anak, namun kini cakupannya meluas sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan kesehatan nasional.
“Dulu vaksin ini untuk anak, sekarang kita perluas untuk orang dewasa yang berisiko,” ujarnya.
Menurutnya, keputusan tersebut tidak terambil secara mendadak. BPOM telah melalui serangkaian proses ketat, mulai dari konsultasi strategis dengan World Health Organization (WHO). Kemudian, koordinasi dengan para ahli, hingga melibatkan Komite Nasional Penilai Obat guna mendapatkan kajian independen yang komprehensif.
Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap hasil uji klinis berbagai vaksin campak. Sejak 7 April 2026 BPOM resmi menyetujui penggunaan vaksin campak produksi Bio Farma bagi orang dewasa dengan risiko tinggi terpapar virus.
Saat ini, vaksin campak yang beredar di Indonesia umumnya tersedia dalam bentuk kombinasi seperti vaksin Measles-Rubella (MR) dan Measles-Mumps-Rubella (MMR). Beberapa produk yang terdaftar di BPOM antara lain Priorix Tetra, ProQuad, MMR2, serta vaksin MR lainnya yang mengandung komponen campak.
Dengan adanya perluasan izin ini, pemerintah berharap upaya pengendalian penyebaran campak dapat semakin efektif. Terutama dalam menghadapi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) maupun kondisi endemik di berbagai daerah. “Dengan ketersediaan vaksin, kasus campak yang meningkat dapat segera teratasi,” kata Taruna.








