Bandar Lampung (Lampost.co) — Hujan sedang hingga lebat diprakirakan mengguyur sebagian besar wilayah Lampung pada awal 2026. BMKG Lampung meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Poin Penting:
Hujan sedang hingga lebat melanda Lampung awal 2026 yang berlangsung 31 Desember–2 Januari
14 kabupaten dan kota masuk wilayah terdampak.
Masyarakat untuk waspada banjir dan longsor.
Prakiraan tersebut mencakup 14 kabupaten dan kota di Lampung. Kondisi tersebut kemungkinan berlangsung selama beberapa hari pertama pergantian tahun.
Wilayah terdampak meliputi Pesisir Barat, Lampung Barat, Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran, dan Lampung Tengah. Selain itu, Lampung Utara, Way Kanan, Lampung Selatan, Lampung Timur, Tulangbawang, Mesuji, Bandar Lampung, dan Metro.
Baca juga: BMKG Lampung Keluarkan Peringatan Waspada Bibit Siklon Tropis 90S
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung, Nanang Buchori, menjelaskan prakiraan tersebut berdasarkan pemantauan cuaca terbaru. BMKG menganalisis curah hujan hingga malam 30 Desember 2025.
“Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada periode 31 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026,” ujar Nanang, Rabu, 31 Desember 2025.
Selain itu, BMKG mengidentifikasi perkembangan signifikan dinamika atmosfer. Kondisi tersebut memicu peningkatan potensi hujan di berbagai wilayah Lampung.
Nanang menyebut salah satu faktor utama adalah aktivitas bibit Siklon Tropis 90S. Sistem ini terpantau berada di Samudera Hindia barat daya Banten.
Keberadaan bibit siklon tersebut menyebabkan perlambatan angin. Selain itu, terjadi pertemuan massa udara atau konvergensi yang memanjang melewati Lampung. “Kondisi itu mendukung pembentukan awan hujan aktif,” jelasnya.
Equatorial Rossby
Selanjutnya, BMKG juga mencatat pengaruh gelombang atmosfer Equatorial Rossby. Fenomena tersebut memperkuat pertumbuhan awan konvektif.
Selain itu, nilai outgoing longwave radiation (OLR) terpantau negatif di Lampung. Indikator ini menunjukkan peningkatan tutupan awan hujan.
Faktor laut turut memperkuat kondisi cuaca basah. Suhu muka laut di perairan Lampung tercatat hangat.
BMKG mencatat suhu berkisar 29 hingga 30 derajat Celsius. Bahkan, anomali suhu mencapai +0,5 derajat Celsius.
Kondisi tersebut meningkatkan penguapan air laut. Uap air kemudian memperkuat pembentukan awan hujan.
Tidak hanya itu, kelembapan udara terpantau tinggi di seluruh lapisan atmosfer. Indeks labilitas atmosfer juga berada pada kategori tinggi. “Kombinasi faktor ini meningkatkan pasokan uap air,” kata Nanang.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Terutama, warga di daerah rawan banjir dan longsor.
Selain itu, pengguna jalan berhati-hati terhadap genangan dan jarak pandang terbatas. Nelayan juga perlu memperhatikan kondisi perairan.
BMKG menegaskan terus malakukan pemantauan cuaca. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi.








