Jakarta (Lampost.co) — Kelangkaan nafta mulai menekan industri plastik di Indonesia. Pasokan yang terganggu membuat harga berbagai produk plastik naik tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menegaskan ketergantungan impor menjadi penyebab utama kondisi itu. Indonesia masih mengandalkan pasokan nafta dari luar negeri, terutama kawasan Timur Tengah.
“Jadi itu bagian dari dampak dari perang ya. Bahan baku plastik salah satunya adalah nafta. Nafta itu 60 persen impor dari Timur Tengah,” ujarnya dalam konferensi pers.
Akibat gangguan distribusi global, harga plastik di tingkat pasar ikut melonjak. Plastik kantong naik dari Rp15 ribu menjadi Rp23 ribu per pak.
Sedotan plastik juga ikut naik, begitu pula plastik kemasan yang hampir dua kali lipat. Kenaikan itu langsung membebani pelaku usaha, terutama sektor makanan dan minuman yang sangat bergantung pada kemasan plastik.
Kenapa Nafta Sangat Penting?
Nafta merupakan cairan hasil penyulingan minyak bumi. Industri petrokimia menggunakan bahan itu sebagai komponen utama produksi.
Nafta berperan sebagai bahan dasar untuk menghasilkan zat kimia penting seperti etilena dan propilena. Kedua zat itu menjadi fondasi pembuatan plastik, karet sintetis, dan berbagai produk industri lainnya.
Nafta berfungsi seperti bahan utama dalam dapur industri. Tanpa nafta, proses produksi plastik tidak bisa berjalan.
Karakteristik dan Sifat Nafta
Nafta memiliki sifat mudah menguap dan mudah terbakar. Cairan itu juga memiliki aroma khas seperti bensin.
Secara kimia, nafta terdiri dari campuran hidrokarbon dengan rantai karbon antara lima hingga dua belas atom. Titik didihnya berkisar antara 30 hingga 200 derajat Celsius.
Karakter tersebut membuat nafta fleksibel untuk berbagai kebutuhan industri, mulai dari bahan bakar hingga bahan kimia.
Jenis-Jenis Nafta dan Kegunaannya
- Nafta Ringan: Nafta ringan untuk industri petrokimia. Jenis itu menjadi bahan utama produksi plastik dan bahan bakar.
- Nafta Berat: Nafta berat biasanya untuk pelumas dan bahan dasar aspal. Industri berat lebih sering menggunakan jenis ini.
- Nafta Aromatik: Nafta aromatik berfungsi sebagai pelarut industri. Produk itu sering dalam cat, tinta, dan bahan kimia khusus.
Setiap jenis memiliki fungsi berbeda, tetapi semuanya berasal dari proses yang sama, yaitu penyulingan minyak bumi.
Dampak Kelangkaan Nafta ke Berbagai Sektor
Gangguan pasokan nafta tidak hanya memukul industri besar. Pelaku usaha kecil juga ikut terdampak. Pedagang makanan dan minuman mulai merasakan kenaikan biaya produksi. Harga kemasan plastik yang meningkat membuat margin usaha semakin tertekan.
Dalam beberapa kasus, kenaikan harga bahan baku mencapai 30 hingga 60 persen. Bahkan, ada pelaku usaha yang menghadapi lonjakan harga hingga dua kali lipat.
Selain itu, industri global juga mengalami tekanan serupa. Sejumlah produsen mengurangi kapasitas produksi karena keterbatasan bahan baku.
Upaya Pemerintah dan Tantangan ke Depan
Pemerintah mulai mencari sumber pasokan alternatif untuk menstabilkan kondisi pasar. Langkah itu bertujuan menjaga produksi tetap berjalan dan menahan kenaikan harga.
Namun, tantangan tetap besar. Selama ketergantungan impor masih tinggi, industri domestik akan terus rentan terhadap gejolak global. Diversifikasi sumber bahan baku dan penguatan industri petrokimia dalam negeri menjadi solusi jangka panjang yang perlu dipercepat.









