IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 16/04/2026 20:35
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Harga Plastik Melonjak Gila-Gilaan, Ancaman PHK Menghantui Industri RI

Bahkan, dalam beberapa kasus, kenaikan mencapai lebih dari 100 persen.

EffranbyEffran
16/04/26 - 18:32
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Pedagang plastik keluhkan sepinya pembeli. (Lampost/Fauzan)

Pedagang plastik keluhkan sepinya pembeli. (Lampost/Fauzan)

Jakarta (Lampost.co) — Lonjakan harga plastik kini menjadi ancaman serius bagi dunia usaha di Indonesia. Kenaikan itu akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan bahan baku global. Pelaku industri mulai merasakan tekanan berat. Bahkan, potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai muncul jika situasi tidak segera membaik.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Shinta Kamdani, menyebut sektor yang paling terdampak adalah industri berbasis kemasan. Industri tersebut meliputi makanan dan minuman, Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), farmasi, logistik, hingga ritel.

Shinta mengungkapkan harga bahan baku plastik kini melampaui pola kenaikan normal. Bahkan, dalam beberapa kasus, kenaikan mencapai lebih dari 100 persen.

Kondisi itu langsung menghantam struktur biaya produksi. Plastik sendiri bisa menyumbang 20 hingga 40 persen biaya produksi.

Pada produk tertentu, kontribusinya bahkan menembus 50 hingga 80 persen. “Mengingat komponen plastik dapat mencapai 20-40 persen dari cost of goods. Lonjakan itu mendorong kenaikan biaya produksi secara keseluruhan,” ujarnya.

Pelaku usaha kini berada dalam dilema. Mereka harus menjaga harga tetap terjangkau, namun biaya terus meningkat.

UMKM Paling Terpukul, Risiko PHK Mulai Nyata

Tekanan paling berat UMKM dan industri rasakan dengan margin tipis. Kenaikan biaya mulai menggerus keuntungan dan mengancam kelangsungan usaha.

Jika kondisi itu berlanjut, dampaknya bisa meluas ke sektor tenaga kerja. “Jika tekanan biaya berlanjut, risiko terhadap tenaga kerja menjadi nyata,” kata Shinta.

Pada tahap awal, perusahaan melakukan efisiensi operasional. Langkah tersebut meliputi pengurangan lembur, penyesuaian jam kerja, hingga penundaan ekspansi. Namun, jika tekanan terus meningkat, PHK menjadi opsi yang sulit dihindari.

Efek Domino: Daya Beli dan Ekonomi Ikut Tertekan

Kenaikan harga plastik tidak hanya berdampak pada industri. Efeknya merambat ke daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

Harga produk berpotensi naik karena biaya produksi meningkat. Konsumen akhirnya menanggung beban tambahan tersebut. Kondisi itu bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pelaku usaha meminta pemerintah segera mengambil langkah strategis. Fokus utama adalah menjaga pasokan bahan baku dan energi tetap stabil. Selain itu, akses bahan baku harus diperluas agar tidak terjadi kelangkaan.

Shinta juga menyarankan pemerintah meniru kebijakan negara lain seperti Thailand. Negara tersebut berhasil menjaga stabilitas harga plastik melalui intervensi pasar. Pengawasan rantai pasok juga perlu diperketat. Tujuannya untuk mencegah spekulasi dan distorsi harga.

Selain solusi jangka pendek, pemerintah juga perlu mempercepat ekonomi sirkular. Kebijakan itu mencakup penggunaan bahan daur ulang dalam kemasan secara bertahap.

Insentif juga kepada pelaku usaha yang menggunakan material ramah lingkungan. Langkah itu tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mengurangi ketergantungan impor bahan baku plastik.

Pemerintah Cari Sumber Impor Baru di Luar Timur Tengah

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan pemerintah tengah mencari alternatif pasokan bahan baku plastik. Selama ini, Indonesia bergantung pada Timur Tengah untuk impor nafta. Namun, konflik membuat distribusi terganggu.

Pemerintah kini menjajaki impor dari India, Amerika Serikat, dan wilayah Afrika. “Mudah-mudahan harga plastik bisa turun bulan ini,” ujar Budi.

Namun, proses impor masih menghadapi kendala. Mulai dari ketersediaan stok hingga hambatan pengiriman akibat konflik global.

Indonesia juga harus bersaing dengan negara lain dalam mendapatkan bahan baku. Beberapa negara pesaing antara lain Taiwan, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, dan Thailand. Persaingan itu membuat harga bahan baku semakin sulit dikendalikan.

Tags: ancaman PHK industriAPindobahan baku plastik mahaldampak perang Timur Tengahekonomi Indonesia 2026harga plastik naikindustri FMCGkrisis bahan baku plastikShinta Kamdani
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar. Dok/Antara

Rupiah Menguat Tipis di Akhir Perdagangan, Sentimen Global Jadi Penopang di Tengah Ketidakpastian

byAdi Sunaryoand1 others
16/04/2026

Jakarta (Lampost.co)— Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis pada perdagangan Kamis, naik 4 poin atau 0,03 persen ke level Rp17.139...

Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Bengkulu dan Lampung menggelar aksi jemput bola asistensi pengisian SPT Tahunan 2025 melalui Coretax secara serentak di lingkungan Kepolisian Daerah (Polda) Lampung dan Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten, Kota Bandar Lampung (Kamis, 26/2)..

Laporan SPT 2026 Hampir 11 Juta, Coretax DJP Tembus 17,8 Juta Pengguna

byEffran
16/04/2026

Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat lonjakan signifikan dalam pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) hingga awal...

Pelaku Usaha Diminta Tetap Ikuti Ketentuan HET

Tak Hanya Stok, Pemerintah Juga Diminta Jaga Harga Pangan

byAdi Sunaryoand1 others
16/04/2026

Jakarta (Lampost.co)— Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eko Wahyudi, mendesak pemerintah memperkuat pengawasan stok dan stabilitas...

Berita Terbaru

Pelatih Bayern Muenchen, Vincent Kompany
Bola

Vincent Kompany Sanjung Keberanian Bayern Muenchen Bungkam Real Madrid

byIsnovan Djamaludin
16/04/2026

Munich (Lampost.co)–Pelatih Bayern Muenchen, Vincent Kompany, memberikan pujian setinggi langit kepada anak asuhnya setelah berhasil mengamankan tiket semifinal Liga Champions...

Read moreDetails
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar. Dok/Antara

Rupiah Menguat Tipis di Akhir Perdagangan, Sentimen Global Jadi Penopang di Tengah Ketidakpastian

16/04/2026
Barang bukti Komodo (Varanus Komodoensis) berada di dalam sangkar saat ungkap kasus perdagangan satwa di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/4/2026). ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Sindikat Perdagangan Komodo ke Thailand Terbongkar, Nilai Fantastis

16/04/2026
Pedagang plastik keluhkan sepinya pembeli. (Lampost/Fauzan)

Harga Plastik Melonjak Gila-Gilaan, Ancaman PHK Menghantui Industri RI

16/04/2026
Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Bengkulu dan Lampung menggelar aksi jemput bola asistensi pengisian SPT Tahunan 2025 melalui Coretax secara serentak di lingkungan Kepolisian Daerah (Polda) Lampung dan Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten, Kota Bandar Lampung (Kamis, 26/2)..

Laporan SPT 2026 Hampir 11 Juta, Coretax DJP Tembus 17,8 Juta Pengguna

16/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

 

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.