Jakarta (Lampost.co)— Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eko Wahyudi, mendesak pemerintah memperkuat pengawasan stok dan stabilitas harga pangan nasional. Ia mengingatkan, dinamika global dan perubahan iklim berpotensi mengganggu rantai pasok serta memicu lonjakan biaya produksi di dalam negeri.
Peringatan itu muncul setelah Food and Agriculture Organization melaporkan harga pangan global naik 2,4 persen pada Maret 2026. Kenaikan ini dipicu meningkatnya biaya energi akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Jaga Produksi Pangan Lampung demi Stabilitas Nasional
Meski demikian, Eko mengapresiasi kinerja pemerintah yang dinilai mampu menjaga ketersediaan pangan, khususnya beras. Ia merujuk pada pernyataan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menyebut stok beras nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan.
“Capaian ini luar biasa, apalagi di tengah kondisi global yang tidak menentu. Program strategis pemerintah bersama petani berhasil menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.
Namun, Eko mengingatkan pemerintah tidak lengah. Ia meminta langkah antisipatif menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih panjang tahun ini. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan serta menyiapkan dukungan infrastruktur dan alat pertanian.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemantauan harga secara intensif agar lonjakan dapat segera dikendalikan melalui intervensi kebijakan.
Eko juga menyoroti fluktuasi harga komoditas telur. Ia menilai kondisi harga jual yang rendah di tengah tingginya biaya pakan dapat merugikan peternak.
Untuk mengatasi hal tersebut, ia mengusulkan agar program pemerintah seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) dimanfaatkan untuk menyerap produksi telur peternak lokal.
“Langkah ini bisa menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi peternak dari kerugian,” tegasnya.
Dengan kombinasi penguatan stok, pengendalian harga, dan intervensi tepat sasaran, pemerintah diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan nasional tetap stabil di tengah tekanan global yang terus meningkat.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News









