Jakarta (Lampost.co)— Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis pada perdagangan Kamis, naik 4 poin atau 0,03 persen ke level Rp17.139 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.143 per dolar AS. Penguatan ini terjadi di tengah membaiknya sentimen global, meski tekanan eksternal masih membayangi.
Analis dari Indonesia Commodity & Derivatives Exchange, Muhammad Amru Syifa, menyebut optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik menjadi faktor utama penguatan rupiah. Pelaku pasar menaruh harapan pada negosiasi lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat menurunkan tensi global.
Baca juga: Begini Dampak dan Strategi Bertahan Masyarakat di Tengah Kurs Ancaman Rupiah dan Inflasi
“Pelemahan dolar AS turut mendorong penguatan rupiah, seiring ekspektasi kebijakan yang lebih akomodatif dari bank sentral AS,” ujarnya.
Namun, penguatan rupiah dinilai masih terbatas. Ketidakpastian global belum sepenuhnya mereda, terutama terkait dinamika konflik di kawasan Timur Tengah. Situasi di Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan energi dunia, masih menjadi perhatian investor.
Di sisi lain, faktor domestik relatif stabil. Fundamental ekonomi Indonesia dinilai cukup kuat dengan dukungan cadangan devisa dan kebijakan responsif dari Bank Indonesia. Meski begitu, arus modal asing yang masih berhati-hati serta tingginya kebutuhan dolar AS di pasar domestik menahan penguatan rupiah.
Amru menambahkan, kecenderungan investor global memilih aset aman (safe haven) juga membatasi ruang apresiasi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
“Sentimen global masih dominan. Selama ketidakpastian belum reda, pergerakan rupiah akan tetap rentan terhadap perubahan pasar,” jelasnya.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate justru mencatat pelemahan tipis ke level Rp17.142 per dolar AS.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meski ada sentimen positif, rupiah masih bergerak hati-hati di tengah tekanan global yang belum sepenuhnya stabil.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News









