Bandar Lampung (Lampost.co) — Efektivitas komunikasi publik penting dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan program nasional di daerah. Pesan masyarakat mampu menciptakan persepsi yang mempengaruhi keputusannya dalam menentukan keterlibatan di suatu program.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, mengatakan keberhasilan komunikasi publik dari kemampuan pemerintah meramu pesan yang kredibel, sederhana, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Pesan dari pemerintah harus kuat, kredibel, dan dengan bahasa yang mudah paham. Media komunikasi bisa beragam, tapi esensinya satu, yaitu menenangkan publik dan memastikan manfaat program nasional benar-benar masyarakat rasakan,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran pejabat publik dalam menyampaikan informasi resmi terkait program, maupun saat terjadi krisis, seperti bencana atau pandemi.
Hal itu menjadi bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Komunikasi yang tepat membuat potensi munculnya spekulasi di ruang publik dapat ditekan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Komunikasi Publik Kemenkomdigi, Marroli J. Indarto, menilai strategi komunikasi publik perlu terus sesuai dengan dinamika informasi di era digital.
Menurutnya, tantangan utama saat ini menjaga konsistensi pesan pemerintah di tengah arus informasi yang cepat dan beragam.
“Dalam komunikasi publik, informasi negatif memang cepat menyebar, tapi informasi positif punya daya jangkau lebih luas jika relevan dengan kehidupan masyarakat,” kata dia.
Marroli menambahkan, Kemenkomdigi sedang menyiapkan panduan komunikasi publik bagi jajaran pemerintah pusat dan daerah. Sehingga, memiliki keselarasan dalam menyampaikan pesan terkait program strategis nasional.
Panduan tersebut bisa membantu pemerintah menangani isu krisis dengan cepat, tepat, dan menenangkan publik. Komunikasi publik yang terencana dan terkoordinasi menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program nasional dapat terpahami, terima, dan terasa manfaatnya di masyarakat daerah.








