Jakarta (Lampost.co)– Pasar keuangan Indonesia menunjukkan sinyal pemulihan pada Rabu pagi (8/4/2026). Nilai tukar rupiah berhasil bangkit dari tekanan dan kembali menguat, diikuti lonjakan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Rupiah menguat 120 poin atau 0,70 persen ke level Rp16.985 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya di Rp17.105. Penguatan ini menandai respons positif pasar setelah sebelumnya rupiah sempat tertekan akibat gejolak global.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini 8 April 2026 Kembali Menguat
Sejalan dengan itu, IHSG di Bursa Efek Indonesia langsung melesat di awal perdagangan. IHSG dibuka naik 191,38 poin atau 2,75 persen ke posisi 7.162,41.
Kinerja positif juga tercermin pada indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan. Indeks ini naik 22,61 poin atau 3,22 persen ke level 724,27.
Lonjakan ini dipicu kombinasi sentimen positif, mulai dari stabilisasi rupiah, ekspektasi rilis data ekonomi domestik yang solid, hingga penguatan bursa global dan regional.
Aktivitas perdagangan pun meningkat signifikan. Volume transaksi tercatat tinggi dengan dominasi sektor perbankan dan infrastruktur, yang menjadi motor penggerak utama kenaikan indeks.
Meski pembukaan pasar dengan reli kuat, pelaku pasar tetap harus mewaspadainya. Potensi aksi ambil untung (profit taking) dapat muncul sewaktu-waktu setelah kenaikan tajam dalam waktu singkat.
Penguatan rupiah dan lonjakan IHSG ini menjadi sinyal awal membaiknya kepercayaan investor, meski pasar masih ada bayang-bayang ketidakpastian global.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News








