Bandar Lampung (Lampost.co) — Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung melaporkan kinerja perdagangan luar negeri kembali menunjukkan tren positif. Neraca perdagangan Lampung mencatat surplus 480,50 juta dolar AS pada Oktober 2025. Angka itu naik signifikan dari surplus September yang mencapai 427,68 juta dolar AS.
Statistisi BPS Lampung, M Sabiel, mengatakan kinerja ekspor yang kuat mendorong peningkatan surplus tersebut. Lampung mencatat nilai ekspor 616,18 juta dolar AS pada Oktober. Nilai itu jauh lebih tinggi daripada impor yang tercatat 135,69 juta dolar AS.
Seluruh ekspor Lampung pada periode itu berasal dari komoditas nonmigas. Komoditas lemak dan minyak hewan nabati mencatat nilai ekspor tertinggi dengan total 228,39 juta dolar AS. Komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah menyusul dengan nilai 178,4 juta dolar AS. “Ekspor bahan bakar mineral juga memberi kontribusi signifikan hingga 55,26 juta dolar AS,” kata Sabiel.
Dia menjelaskan beberapa negara menjadi tujuan ekspor terbesar Lampung. Amerika Serikat mencatat nilai tertinggi dengan 80,85 juta dolar AS. Pakistan menduduki posisi kedua dengan 58,34 juta dolar AS, dan China dengan nilai ekspor 58 juta dolar AS.
Perdagangan Impor Lampung
Pada sisi impor, Lampung mencatat nilai 135,69 juta dolar AS. Impor nonmigas mendominasi dengan nilai 131,56 juta dolar AS. Impor migas mencapai 4,13 juta dolar AS. Komoditas impor terbesar mencakup binatang hidup senilai 25,65 juta dolar AS. Produk gula dan kembang gula mencatat nilai 22,5 juta dolar AS. Ampas serta sisa industri makanan memberi andil impor 15,76 juta dolar AS.
Impor Lampung pada Oktober 2025 sebagian besar berasal dari Brasil dengan nilai 35,4 juta dolar AS. Australia menyusul dengan 25,98 juta dolar AS dan Amerika Serikat masuk daftar tiga besar dengan nilai 14,53 juta dolar AS.
Surplus Oktober menjadikan total neraca perdagangan Lampung sepanjang Januari hingga Oktober 2025 mencapai 3,6 miliar dolar AS. Surplus tersebut terbentuk dari total ekspor 5,44 miliar dolar AS dan impor 1,75 miliar dolar AS.
Dia menambahkan ekspor Lampung dengan dominasi sektor pertanian, pertambangan, dan industri pengolahan. “Capaian ini menunjukkan daya saing komoditas Lampung yang semakin kuat di pasar global. Kami berharap tren positif tetap bertahan pada akhir tahun,” kata dia.








