Jakarta ( Lampost.co) – Materi Stand Up Comedy bertajuk ‘Mens Rea’ milik Pandji Pragiwaksono memicu reaksi keras. Mantan pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS), memberikan tanggapan tajam melalui siaran Youtube. Awalnya, beliau justru mengapresiasi keberanian Pandji dalam mengkritik pemerintah secara terbuka.
Poin Penting
- Habib Rizieq mendukung kritik Pandji terhadap pejabat dan presiden.
- HRS menolak proses hukum bagi komika yang sekadar mengkritik kebijakan.
- Penistaan diduga terjadi karena materi yang meremehkan syarat pemimpin salat.
- Terdapat desakan agar Netflix menghapus bagian video yang menyinggung agama.
Habib Rizieq pun memberikan pujian terkait keberanian sang komika dalam menyentil para penguasa. Beliau berkata, “Beberapa hari terkahir ini sedang ramai, jadi ini ada pelawak saudara, dia nyindir pejabat, rezim, Presiden, beberapa orang tujuannya kritik. Sekali lagi kritiknya bagus, lanjutkan, teruskan,”.
Baca juga : Pelapor Timothy Ronald Jalani Pemeriksaan Polisi: Ungkap Kerugian Investasi Kripto Rp3 Miliar
Selain itu, HRS menegaskan bahwa kritik rakyat tidak boleh berujung pada jeruji besi. Beliau menyatakan, “Saya juga enggak setuju kalau gara-gara kritiknya dia harus ditangkap, harus diproses hukum, enggak boleh. Membiasakan dirilah para pemimpin untuk dikritik oleh rakyatnya,”.
Kekecewaan Terhadap Singgungan Ibadah Salat
Namun, suasana berubah saat HRS membahas bagian materi yang menyangkut ibadah umat Islam. Beliau merasa sangat prihatin karena Pandji menjadikan salat sebagai bahan bercandaan. Beliau mengungkapkan, “Tapi ada yang bagian yang memprihatinkan, ternyata dalam komedinya, dalam gurauannya, dalam candaanya, dia bercanda juga sola salat, ini yang berat. Dia katakan ada kelompok kalau pilih pemimpin, pkoknya pemimpin syaratnya enggak boleh bolong salatnya, orang ketawa saudara,”.
Selanjutnya, HRS membela prinsip umat Islam dalam memilih pemimpin yang taat beribadah. Dengan nada tegas beliau berujar, “Loh memang kenaoa kalau umat islam menysaratkan pemimpin itu harus salat saudara? itu kan ajaran islam. Enggak boleh kita memilih pemimpin yang enggak salat, haram. Jadi orang islam wajib memilih pemimpin yang salatnya enggak bolong,”.
Desakan Penghapusan Konten di Netflix
Lebih lanjut, HRS menilai Pandji telah menggiring opini negatif mengenai kaitan salat dengan maksiat. Beliau menambahkan, “Sudah gitu disampaikan lagi ‘Ah, salat itu enggak bolong, rutin salat, ternyata apa? masih banyak yang korupsi, masih banyak yang maksiat. Ini penghinaan terhadap Ayat Suci Al Qur’an. Seolah-olah yang dia mau sampaikan pesan bohon kalau salat itu jadi bgenteng maksiat,”.
Akhirnya, beliau menuntut permohonan maaf dan penghapusan rekaman pada platform Netflix segera. Beliau menegaskan, “Jadi kita minta tobat, minta maaf, kita ingatkan juga rkamannya yang ada di Netflix bagian menghina salat tadi hapus. Ini ada di Netflix jutaan orang nonton. Dan pihak Netflix wajib cabut rekaman tersebut sekurangnya hapus bagian yang menintakan agama,”.






