• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 11/02/2026 04:52
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Hukum

Pakar Tegaskan Uang Sitaan Negara Tidak Bisa Spontan Digunakan

Uang sitaan Rp6,6 triliun harus melalui kas negara agar akuntabel dan mekanisme PNBP menjadi kunci transparansi.

Muharram Candra LuginabyMuharram Candra Lugina
26/12/25 - 23:02
in Hukum, Nasional
A A
Pakar Tegaskan Uang Sitaan Negara Tidak Bisa Spontan Digunakan

Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein. (Antara)

Jakarta (Lampost.co) — Pakar hukum keuangan menegaskan uang sitaan negara senilai Rp6,6 triliun wajib masuk kas negara sebelum menggunakannya. Aturan ini berlaku tanpa pengecualian, termasuk untuk penanganan bencana maupun insentif lembaga.

Poin Penting:

  • Uang sitaan Rp6,6 triliun wajib masuk kas negara dan tercatat sebagai PNBP.

  • Penggunaan langsung melanggar mekanisme keuangan negara.

  • Bisa mengalokasikan dana untuk bencana setelah masuk APBN.

Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Yunus Husein, menilai mekanisme tersebut krusial. Menurutnya, negara harus menjaga akuntabilitas setiap rupiah hasil pemulihan aset tindak pidana korupsi.

Yunus juga menjelaskan uang sitaan Kejaksaan Agung melalui Satgas PKH tidak bisa langsung memakainya. Oleh karena itu, seluruh dana wajib tercatat sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP). “Uang sitaan Rp6,6 triliun itu harus masuk kas negara dulu. Setelah itu, dana kembali ke sistem anggaran,” kata Yunus, Kamis, 25 Desember 2025.

Baca juga: Kejagung Copot Kajari Hulu Sungai Utara Kasus Pemerasan Penegakan Hukum

Selain itu, Yunus menilai mekanisme PNBP menjadi pintu utama pengawasan publik. Dengan demikian, negara bisa mencegah penyalahgunaan uang sitaan.

Selain itu, Yunus menegaskan penggunaan langsung dana rampasan berpotensi melanggar hukum keuangan negara. Bahkan, niat baik tetap harus tunduk pada prosedur resmi. “Tidak bisa serta-merta memakai uang sitaan. Harus masuk kas negara, baru mengalokasikan,” ujar Yunus.

Namun, Yunus membuka ruang pemanfaatan dana tersebut setelah masuk sistem anggaran. Pemerintah, menurutnya, dapat mengalokasikan dana untuk kebutuhan prioritas nasional.

Misalnya, pemerintah bisa mengusulkan uang sitaan untuk pemulihan bencana alam. Selain itu, dana dapat juga menggunakan untuk program sosial atau pembangunan strategis.

“Kalau presiden atau kementerian ingin bantu bencana di Sumatra, silakan ajukan. Mekanismenya jelas,” ujarnya.

Insentif Kelembagaan

Di sisi lain, Yunus menilai dana pemulihan aset juga bisa menjadi insentif kelembagaan. Namun, pemberian insentif tersebut harus kepada institusi, bukan individu.

Ia menyebut lembaga penegak hukum, seperti Kejaksaan dan PPATK, berpotensi menerima insentif anggaran. Akan tetapi, pemberian tersebut harus melalui persetujuan anggaran negara. “Bisa saja lembaga mendapat bagian sebagai anggaran. Tetapi bukan untuk orang per orang,” katanya.

Yunus juga menambahkan berbagai negara maju lazin menerapkan praktik tersebut. Amerika Serikat, misalnya, memberi ruang insentif kelembagaan atas keberhasilan pemulihan aset.

Walaupun begitu, Yunus mengingatkan pentingnya prinsip transparansi. Negara harus memastikan tidak ada konflik kepentingan dalam pengelolaan uang sitaan.

Selain transparansi, akuntabilitas juga menjadi kunci utama. Oleh sebab itu, seluruh alokasi dana wajib tercatat dalam APBN.

Ia menilai wacana penggunaan uang sitaan sering memicu salah persepsi publik. Banyak pihak mengira dana rampasan bisa langsung memakainya kapan saja.

Padahal, sistem keuangan negara memiliki tahapan ketat. Setiap penggunaan anggaran harus melalui proses perencanaan, persetujuan, dan pengawasan.

Karena itu, Yunus meminta publik memahami mekanisme hukum yang berlaku. Pemahaman tersebut penting agar diskursus publik tetap rasional. “Intinya, semua harus kembali ke sistem. Transparan dan akuntabel,” katanya.

Dengan demikian, polemik uang sitaan Rp6,6 triliun menegaskan pentingnya tata kelola keuangan negara. Negara wajib menempatkan hukum sebagai panglima dalam setiap kebijakan.

Tags: 6 triliundana sitaan negarahukum keuangan negarakas negaraKejaksaan Agungpemulihan asetpenggunaan uang sitaanPNBPPPATKPusat Pelaporan dan Analisis Transaksi KeuanganSatgas PKHuang rampasan korupsiuang sitaan Rp6Yunus Husein
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang tunai dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pengadilan Negeri Depok, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/2/2026) malam. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan

MA Tegas soal OTT PN Depok: Hakim Sudah Sejahtera, Tak Ada Alasan Korupsi

byEffran
10/02/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Mahkamah Agung menegaskan tidak ada pembenaran bagi hakim yang terjerat praktik korupsi. Negara sudah memberikan perhatian serius...

Juru Bicara Mahkamah Agung Yanto (kedua kiri) menyampaikan keterangan kepada pers mengenai hakim dan aparatur Pengadilan Negeri Depok diduga terlibat korupsi di Media Center MA, Jakarta, Senin (9/2/2026). (ANTARA/Fath Putra Mulya)

Ultimatum MA ke Hakim Korupsi: Mundur atau Masuk Penjara

byEffran
10/02/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Mahkamah Agung mengirim peringatan keras kepada seluruh hakim dan aparatur peradilan di Indonesia. Pimpinan MA menegaskan tidak...

Pandji Pragiwaksono dicecar sebanyak 63 pertanyaan oleh Polda Metro Jaya terkait polemik materi stand-up comedy Mens Rea yang tayang di Netflix. (Foto: ANTARA/Ilham Kausar)

Polisi Siap Gelar Perkara Kasus Materi “Mens Rea”

byEffran
10/02/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Polda Metro Jaya bersiap menggelar perkara terkait laporan atas kasus materi komedi “Mens Rea” dari Pandji Pragiwaksono....

Berita Terbaru

Pemerintah Provinsi Lampung Raih WTP BPK
Lampung

Pemerintah Provinsi Lampung Raih WTP BPK

byRicky Marlyand1 others
10/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Lampung menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester II Tahun 2025,...

Read moreDetails
Parosil Ingatkan Calon Jemaah Haji Lambar Jaga Kesehatan dan Kesiapan Fisik

Parosil Ingatkan Calon Jemaah Haji Lambar Jaga Kesehatan dan Kesiapan Fisik

10/02/2026
Manasik Calon Jemaah Haji Lamtim Dibuka

Manasik Calon Jemaah Haji Lamtim Dibuka

10/02/2026
HP HyperX Omen 15

HP Resmi Luncurkan HyperX Omen 15 di Indonesia, Intip Harga dan Spesifikasi Gahar RTX 50 Series

10/02/2026
gading marten dan meidina dina

Gading Marten Angkat Bicara Soal Kabar Pernikahan dengan Medina Dina

10/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.