Bandar Lampung (Lampost.co): Provinsi Lampung menghadapi tantangan berat pada sektor pendidikan setelah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menempatkan Lampung di peringkat 35 dari 38 provinsi di Indonesia.
Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung, Prof. Syafrimen, merespons kondisi tersebut dengan menegaskan komitmen untuk melakukan langkah konkret guna memperbaiki kualitas pendidikan.
“Gubernur menyampaikan bahwa IPM dan posisi pendidikan kita berada di peringkat 35 dari 38 provinsi. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua. Dewan Pendidikan akan berperan sebagai jembatan antara gubernur dan masyarakat untuk merumuskan solusi,” tegas Prof. Syafrimen.
Prof. Syafrimen menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam memperbaiki posisi Lampung. Ia menyatakan Dewan Pendidikan akan berinovasi dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Selain IPM, Prof. Syafrimen juga menyoroti rendahnya jumlah lulusan SMA/SMK di Lampung yang berhasil menembus perguruan tinggi negeri (PTN) unggulan, baik di dalam maupun luar negeri.
Ia menilai masalah tersebut berakar pada kualitas dan mutu pendidikan. Ia menjelaskan kualitas berkaitan dengan kelengkapan fasilitas serta sarana-prasarana sekolah, sedangkan mutu berkaitan dengan kapasitas tenaga pendidik.
“Kapasitas guru harus kita perkuat bersama gubernur agar pendidikan benar-benar menjadi fondasi kemajuan Lampung,” jelasnya.
Terkait anggaran pendidikan, Prof. Syafrimen menyatakan Dewan Pendidikan akan meninjau langsung alokasi anggaran bersama Dinas Pendidikan. Ia memastikan Dewan Pendidikan akan mengawal pemenuhan amanah undang-undang terkait anggaran pendidikan.
“Kami akan mengecek postur anggaran secara langsung. Jika sudah sesuai amanah undang-undang, kita akan mencari cara untuk memaksimalkan pemanfaatannya. Jika belum, Dewan Pendidikan akan mendorong pemenuhannya,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Prof. Syafrimen menyampaikan optimisme terhadap masa depan pendidikan Lampung. Ia menilai komitmen gubernur dalam menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama akan mempercepat kemajuan daerah.
“Kami berharap pendidikan di Lampung mampu menjawab harapan masyarakat dan menjadi fondasi utama kemajuan daerah,” katanya.









