Bandar Lampung (Lampost.co): DPRD Provinsi Lampung menyoroti rendahnya kualitas pendidikan di Lampung yang masih berada pada posisi terbawah di Pulau Sumatera. Kondisi ini mendorong DPRD menuntut kinerja nyata dari Dewan Pendidikan Provinsi Lampung.
Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan, mengingatkan Dewan Pendidikan agar tidak menjadikan pelantikan sebagai ajang seremonial semata.
“Pertama tentu kami dari DPRD mengucapkan selamat atas pelantikan Dewan Pendidikan. Namun, kami berharap dewan ini tidak berhenti pada seremoni tanpa kinerja. Pendidikan kita di Sumatera masih terendah dan kondisi ini menjadi beban bersama,” tegas Yanuar.
Yanuar menyatakan DPRD mendukung penuh kemajuan pendidikan di Lampung. Ia meminta Kepala Dinas Pendidikan memastikan anggota Dewan Pendidikan memiliki karakter kuat serta komitmen tinggi untuk memajukan pendidikan di Lampung.
Yanuar menilai persoalan pendidikan di Lampung sangat kompleks. Ia menyoroti kompetensi dan kesejahteraan tenaga pendidik sebagai tantangan utama.
Ia menggambarkan ketimpangan kondisi guru di sekolah. Dalam satu sekolah, jumlah guru bisa mencapai 10 orang, tetapi hanya satu guru berstatus ASN, sementara sembilan lainnya berstatus honorer.
“Kalau kita melihat kompetensi secara umum, masih banyak guru yang belum memenuhi standar. Guru honorer menerima gaji terbatas, lalu kita menuntut kualitas tinggi. Ini menjadi tantangan nyata bagi kita semua,” ujar Yanuar.
Yanuar mendorong Dinas Pendidikan untuk terus mencari terobosan meski menghadapi keterbatasan anggaran daerah. Ia menegaskan semua pihak harus terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan.
“Kita tidak boleh berhenti. Kita harus terus mencari cara untuk meningkatkan mutu pendidikan, menjaga keberlangsungan proses belajar, serta meningkatkan kualitas tenaga pendidik meski anggaran terbatas,” tambahnya.
Kemajuan
Di tengah berbagai tantangan, Yanuar tetap melihat adanya kemajuan. Ia mencatat peningkatan kualitas pendidikan dalam dua tahun terakhir, terutama dari jalur prestasi siswa. Namun, ia menilai peningkatan tersebut belum signifikan sehingga memerlukan program yang lebih tepat sasaran.
Sebagai bentuk dukungan, Yanuar menegaskan Komisi V DPRD Provinsi Lampung selalu mendukung program yang diajukan Dinas Pendidikan.
“Saya selalu menyampaikan kepada Gubernur dan Kepala Dinas bahwa DPRD memberikan dukungan penuh. Kami tidak pernah menolak program dari Dinas Pendidikan dan selalu mendukung sesuai kemampuan anggaran,” pungkasnya.
Publik kini menunggu langkah konkret dari sinergi antara Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, dan DPRD untuk meningkatkan kualitas pendidikan Lampung agar mampu bersaing dengan provinsi lain.









