• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 27/03/2026 10:51
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Humaniora

KoBer Lampung Sentil Monokultur dan Krisis Pangan di FTS 2025

Komunitas Berkat Yakin (KoBer) menjadi perwakilan Lampung dalam gelaran Festival Teater III 2025 di Taman Budaya Sriwijaya, Palembang, 24-25 September 2025.

Triyadi IsworoUmar RobbanibyTriyadi IsworoandUmar Robbani
30/09/25 - 15:30
in Humaniora, Lampung
A A
Komunitas Berkat Yakin (KoBer) menjadi perwakilan Lampung dalam gelaran Festival Teater III 2025 di Taman Budaya Sriwijaya, Palembang, 24-25 September 2025. Dok Komunitas Berkat Yakin (KoBer)

Komunitas Berkat Yakin (KoBer) menjadi perwakilan Lampung dalam gelaran Festival Teater III 2025 di Taman Budaya Sriwijaya, Palembang, 24-25 September 2025. Dok Komunitas Berkat Yakin (KoBer)

ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Komunitas Berkat Yakin (KoBer) menjadi perwakilan Lampung dalam gelaran Festival Teater III 2025 di Taman Budaya Sriwijaya, Palembang, 24-25 September 2025. Dalam kesempatan itu, sutradara Ari Pahala Hutabarat, KoBer mementaskan teater berjudul “Hilang Huma(n): Sebuah Esai Performatif”.

Kemudian mengangkat tema besar festival “Pangan: Tanah, Air, dan Ingatan”. Pertunjukan ini terbangun dengan logika deduktif: membaca krisis pangan global dan nasional. Lalu menyoroti bagaimana sistem pertanian monokultur merampas ruang hidup. Kemudian memperlihatkan dampaknya pada masyarakat tradisi yang kehilangan ladang, rumah, bahkan tubuh ekologisnya.

Selanjutnya Ari Pahala Hutabarat menegaskan, istilah esai terpilih karena sifatnya yang terbuka, menghubungkan data, sejarah, dan subjektivitas artistik. Pihaknya menghadirkan paparan data tentang krisis pangan, monokultur, dan kehilangan tanah serta identitas yang terkemas secara agitatif.

“Pertunjukan ini tidak terbangun dari narasi dramatik. Tubuh aktor tidak membangun karakter atau menyalurkan emosi, melainkan media yang mentransmisikan intensitas energi. Kemudian membuat agitasi tidak hanya hadir sebagai pengalaman intelektual. Melainkan juga menjangkau motorik penonton,” jelasnya, Selasa, 30 September 2025.

Kemudian dengan format esai performance, muncul konsekuensi dan peluang untuk menghadirkan pertunjukan lintas disiplin—tubuh, musik, cahaya—yang menjauh dari bentuk dramatik. Ini sebagai cara alternatif menghubungkan data sejarah, teori ekologi, dan pengalaman konkret masyarakat adat.

“Secara garis besar, pertunjukan dibagi menjadi 6 fragmen utama,” papar Ari.

Fragmen

Sementara Fragmen 1 membuka dengan kisah nelayan yang kehilangan kepastian hidup akibat ‘laut’ yang berubah—simbol dari hilangnya ingatan ekologis masyarakat tradisi. Fragmen 2 merefleksikan kehancuran hutan dan ladang sebagai hilangnya horizon pengalaman dan teknologi ekologis tradisional.

Kemudian Fragmen 3 menampilkan hadirnya industri dan negara yang, lewat garis peta dan kebijakan agraria, memutus relasi manusia dengan tanah. Tubuh manusia menjadi ahistoris/kehilangan sejarah. Sementara itu Fragmen 4 menghadirkan suara masyarakat adat yang melawan perampasan tanah dan program food estate yang justru mempercepat krisis pangan.

Lalu Fragmen 5 memperlihatkan kontras antara tubuh kota yang hilang akar dan tubuh agraris yang menyimpan ingatan ekologis. Fragmen 6 menutup dengan refleksi politik saat ini: kebijakan tanah dan pangan di era Jokowi yang memperparah kerentanan petani.

“Lalu ditutup dengan paduan suara yang menyerukan kembalinya tanah, langit, laut, dan jagad ke dalam diri manusia. Serta ironi lagu Rayuan Pulau Kelapa,” katanya.

Selain membuka ruang refleksi atas isu pangan dan ekologi, pementasan ini juga memperkuat jejaring seniman teater Sumatra. Telah hadir 10 grup penampil, yang masing-masing telah membagikan keprihatinan yang sama akan krisis pangan namun dengan pilihan gaya yang berbeda.

Tags: Ari Pahala HutabaratFestival Teater III 2025Hilang Huma(n): Sebuah Esai PerformatifKoberKomunitas Berkat Yakinkrisis panganLAMPUNGPalembangPANGANsistem pertanian monokulturTaman Budaya Sriwijaya
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Dari Keterbatasan ke Tanah Suci

Dari Keterbatasan ke Tanah Suci

byMustaan
26/03/2026

Bandar Lampung (lampost.co) – Kisah inspiratif datang dari Siti Patimah Azzahra, seorang perempuan yang berhasil bangkit dari keterbatasan ekonomi hingga...

Pengunjung Diminta Waspada saat Berenang di Pantai Baturame

Pengunjung Diminta Waspada saat Berenang di Pantai Baturame

byRicky Marly
26/03/2026

Kalianda (Lampost.co) -- Dibalik suasananya yang tenang dan tidak terlalu ramai. Pantai Baturame di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, menyimpan potensi...

Pantai Baturame Dipilih karena Suasana Tenang dan Nyaman untuk Keluarga

Pantai Baturame Dipilih karena Suasana Tenang dan Nyaman untuk Keluarga

byRicky Marly
26/03/2026

Kalianda (Lampost.co) -- Pantai Baturame di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, menjadi pilihan bagi pengunjung yang menginginkan suasana pantai yang tidak...

Berita Terbaru

Dari Keterbatasan ke Tanah Suci
Humaniora

Dari Keterbatasan ke Tanah Suci

byMustaan
26/03/2026

Bandar Lampung (lampost.co) – Kisah inspiratif datang dari Siti Patimah Azzahra, seorang perempuan yang berhasil bangkit dari keterbatasan ekonomi hingga...

Read moreDetails
Pengunjung Diminta Waspada saat Berenang di Pantai Baturame

Pengunjung Diminta Waspada saat Berenang di Pantai Baturame

26/03/2026
Pantai Baturame Dipilih karena Suasana Tenang dan Nyaman untuk Keluarga

Pantai Baturame Dipilih karena Suasana Tenang dan Nyaman untuk Keluarga

26/03/2026
Pantai Baturame Jadi Pilihan Menikmati Laut dengan Nyaman

Pantai Baturame Jadi Pilihan Menikmati Laut dengan Nyaman

26/03/2026
pelatih persib bandung bojan hodak

Ini Harapan Bojan Hodak untuk Beckham Putra dan Eliano Reijnders di Timnas Indonesia

26/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.