IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 14/04/2026 14:47
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Humaniora

Pemasaran Jadi Tantangan Utama Produksi Mocaf di Lampung Timur

Delima NapitupuluUmar RobbanibyDelima NapitupuluandUmar Robbani
21/10/25 - 21:32
in Humaniora
A A
Pengolahan singkong menjadi Modified Cassava Flour (Mocaf) terus berkembang di Desa Mekar Karya, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur.

Pengolahan singkong menjadi Modified Cassava Flour (Mocaf) terus berkembang di Desa Mekar Karya, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur. (Dok Itera)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Pengolahan singkong menjadi Modified Cassava Flour (Mocaf) terus berkembang di Desa Mekar Karya, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur. Inovasi ini menjadi solusi bagi petani untuk bertahan di tengah rendahnya harga singkong. Meski begitu, pemasaran masih menjadi tantangan utama dalam produksi Mocaf.

Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera), Muhammad Ujianto Trepsilo, yang terlibat dalam pengembangan program tersebut, menjelaskan bahwa produk tepung Mocaf dan turunannya masih tergolong baru. Akibatnya, masyarakat luas belum sepenuhnya mengenal produk ini maupun manfaatnya dalam industri pangan.

“Produk Mocaf masih tergolong baru bagi masyarakat. Tantangan terbesar saat ini adalah pemasaran dan peningkatan kualitas produksi,” ujar Ujianto, Selasa, 21 Oktober 2025.

Menurutnya, tim Itera akan terus berinovasi untuk memperluas pasar melalui kegiatan promosi dan edukasi publik. Upaya tersebut diharapkan mampu membuka peluang baru bagi petani agar hasil produksi Mocaf dapat terserap secara optimal.

Program pendampingan Itera terhadap petani singkong sudah berjalan sejak 2024 melalui beberapa kegiatan, seperti Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa, KKN Tematik, serta Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian Berbasis Desa Binaan (PKM-PDB). Berbagai program ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk membantu masyarakat mengolah singkong menjadi tepung Mocaf dan produk turunannya.

“Kami berharap pendampingan ini bisa menjawab persoalan yang dihadapi petani singkong di Lampung. Semoga programnya berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tambah Ujianto.

Sementara itu, salah satu petani singkong Desa Mekar Karya, Sabto Wibowo, mengaku pendampingan dari Itera membawa harapan baru bagi petani. Ia kini mampu memproduksi tepung Mocaf secara mandiri di rumahnya dan bahkan menerima pasokan singkong dari petani lain untuk diolah, meski dalam kapasitas terbatas.

“Hasil olahan Mocaf ini jauh lebih menjanjikan. Kami hanya berharap pemerintah juga membantu membuka pasar agar produk Mocaf bisa terserap dengan baik,” kata Sabto.

Harga Singkong

Sabto menuturkan, harga singkong yang rendah masih menjadi kendala utama bagi petani. Saat ini harga singkong hanya berkisar Rp900 per kilogram, belum termasuk potongan dari pabrik penampung yang bisa mencapai 45 persen dari total berat. Kondisi itu membuat keuntungan petani sangat minim.

“Dengan harga dan sistem seperti itu, petani tidak pernah untung,” ujarnya.

Program pendampingan dan inovasi dari Itera diharapkan dapat memperluas akses pasar serta meningkatkan nilai ekonomi singkong Lampung. Dengan begitu, petani tak hanya bergantung pada harga bahan mentah, tetapi juga mampu mengembangkan produk olahan yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan.

 

Tags: ITERALampung TimurMocafPemasaran Produk Lokalpetani singkong
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Dewan Pendidikan Lampung Siap Dongkrak IPM

Dewan Pendidikan Lampung Siap Dongkrak IPM

byWandi Barboyand1 others
14/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Provinsi Lampung menghadapi tantangan berat pada sektor pendidikan setelah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menempatkan Lampung di peringkat...

DPRD Lampung Minta Dewan Pendidikan Tunjukkan Kinerja Nyata

DPRD Lampung Minta Dewan Pendidikan Tunjukkan Kinerja Nyata

byWandi Barboyand1 others
14/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): DPRD Provinsi Lampung menyoroti rendahnya kualitas pendidikan di Lampung yang masih berada pada posisi terbawah di Pulau...

Dewan Pendidikan Lampung Resmi Bertugas, Pemprov Pacu SDM dan Tekan Anak Tidak Sekolah

Dewan Pendidikan Lampung Resmi Bertugas, Pemprov Pacu SDM dan Tekan Anak Tidak Sekolah

byWandi Barboyand1 others
14/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung mengukuhkan 13 profesional sebagai anggota Dewan Pendidikan Provinsi Lampung dan menugaskan mereka memperkuat arah...

Berita Terbaru

Harga Emas Hari Ini. Harga Emas Antam Hari Ini
Ekonomi dan Bisnis

Jual Emas (Buyback) Hari Ini 14 April 2026 Melonjak

byAdi Sunaryo
14/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)- Harga jual kembali emas hari ini atau harga penjualan kembali (buyback) pada Selasa, 14 April 2026 mengalami...

Read moreDetails
Rossa

Manajemen Endus Keterlibatan Kompetitor di Balik Fitnah Operasi Plastik Rossa

14/04/2026
Erika Carlina

Erika Carlina Panik, Nyaris Lakukan Cara Ekstrem Ini ke ART

14/04/2026
Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Lampung, Herman HN bersama jajaran di Kantor DPW Partai NasDem Lampung, Selasa, 14 April 2026. (FOTO: Lampost.co / Triyadi Isworo)

Partai NasDem Lampung Solid Tepis Isu Miring di Tingkat Nasional

14/04/2026
Trailer The Hunger Games: Sunrise on the Reapings

Trailer The Hunger Games: Sunrise on the Reapings, Ungkap Masa Muda Haymitch Abernathy

14/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

 

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.