Bandar Lampung (Lampost.co) — Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama Pemerintah Provinsi Lampung mematangkan pengoperasian Smart Bus Rapid Transit (BRT). BRT tersebut dengan rute Kampus Itera–Mall Boemi Kedaton (MBK). Trobosan ini terancang sebagai moda transportasi publik modern dengan tarif terjangkau dan berbasis teknologi digital.
Layanan Smart BRT Itera dilengkapi sistem pelacakan bus secara real-time, pembayaran non-tunai, wifi, serta CCTV untuk keamanan penumpang. Bus ini dapat tergunakan oleh mahasiswa, dosen, pegawai Itera, maupun masyarakat umum dengan tarif terencanakan Rp5.000 per perjalanan.
Hal tersebut tersampaikan oleh Rektor Itera Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha. Ia menyatakan, Itera siap menghadirkan transportasi publik yang nyaman dan efisien sebagai bagian dari dukungan mobilitas civitas akademika dan masyarakat Lampung.
“Bus yang tergunakan merupakan hibah pemerintah pusat melalui Pemprov Lampung dan telah kita siapkan sebagai Smart BRT,” ungkapnya, Rabu, 4 Februari 2026.
Sebagai persiapan, Itera menggelar FGD “Bus BRT Itera untuk Transportasi Lampung Maju” melibatkan Pemprov Lampung, BPTD, serta sejumlah OPD terkait. Smart BRT Itera harapannya menjadi solusi transportasi massal yang terjangkau. Sekaligus mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi kawasan pendidikan dan perkotaan.
“Ini bisa menekan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dan menjadi solusi transportasi massal di Lampung,” kata dia.
Sementara itu, sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menilai pengembangan Smart BRT kawasan pendidikan memiliki dampak strategis. Terlebih dalam penataan wilayah dan mobilitas tenaga muda. Transportasi publik yang terintegrasi, berperan penting dalam mendukung produktivitas serta pemerataan akses pendidikan.
“Selama ini, keterbatasan transportasi massal yang terjangkau kerap menjadi persoalan bagi mahasiswa. Terutama yang tinggal pada luar kawasan kampus dan tidak memiliki kendaraan pribadi,” ucapnya.
Melalui Smart BRT Itera, pemerintah daerah dan perguruan tinggi berharap dapat menghadirkan sistem transportasi yang tidak hanya modern. Tetapi juga berpihak pada kebutuhan mahasiswa sebagai kelompok pengguna utama pada kawasan pendidikan.








