Bandar Lampung (Lampost.co) — Polda Lampung dan stakeholder terkait menyiapkan 3.742 personel gabungan untuk mengawal pergerakan pemudik yang masuk dan keluar Provinsi Lampung. Kegiatan ini dalam bentuk kegiatan Operasi Ketupat Krakatau 2026.
Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf mengatakan kekuatan pengamanan tahun ini mengedepankan kolaborasi lintas instansi.
Dari total 3.742 personel, Polri mengerahkan 1.770 personel dan 291 anggota TNI. Serta 1.681 personel dari instansi terkait seperti Dishub, Satpol PP, Dinkes, dan Basarnas.
“Kami mengedepankan kegiatan preventif yang didukung kegiatan preemtif, humas, penegakan hukum, dan bantuan operasi. Ini untuk memberikan perlindungan serta pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ujar Irjen Pol. Helfi Assegaf.
Kemudian untuk menunjang operasional di lapangan, Polda Lampung mendirikan 81 pos yang tersebar di titik-titik strategis.
Fasilitas ini terdiri dari 60 Pos Pengamanan (Pos Pam) sebagai pusat informasi dan penekanan angka kriminalitas. Kemudian 20 Pos Pelayanan (Pos Yan) untuk tempat istirahat dan pemeriksaan kesehatan pemudik. Serta 1 Pos Terpadu yang dipusatkan di Pelabuhan Bakauheni sebagai pusat kendali operasi.
Sementara Operasi Ketupat Krakatau 2026 akan berlangsung mulai 13-25 Maret 2026.
Kapolda menekankan pentingnya kewaspadaan pada prediksi puncak arus mudik yang jatuh pada 13–17 Maret serta puncak arus balik pada 24–28 Maret 2026.
Salah satu fokus utama adalah manajemen lalu lintas di kawasan Pelabuhan Bakauheni. Polda Lampung telah menyiapkan skenario khusus, termasuk penggunaan stiker untuk filterisasi kendaraan di buffer zone dan penerapan delay system.
Jika terjadi kepadatan di luar pelabuhan hingga lebih dari 4 kilometer (situasi merah). Kendaraan akan mereka arahkan ke kantong-kantong parkir di 8 rest area jalan tol jalur B dan sejumlah rumah makan di jalan arteri untuk mencegah penumpukan di dermaga.
Titik Rawan
Selain kemacetan, Irjen Pol. Helfi Assegaf juga mengingatkan pemudik untuk mewaspadai 102 titik jalan rusak dan 45 titik rawan kecelakaan di seluruh wilayah Lampung.
Data menunjukkan Kabupaten Lampung Tengah memiliki titik jalan rusak terbanyak dengan 40 lokasi. Sementara wilayah Lampung Selatan mencatat 8 titik rawan kecelakaan di sepanjang Jalinsum (Jalan Lintas Sumatra) dan Jalintim (Jalan Lintas Timur).
“Keamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah dan merayakan Idul Fitri adalah prioritas utama kami. Kami berkomitmen menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas korban di jalan raya,” tegas Kapolda.
Objek pengamanan tidak hanya terpaku pada jalan raya, tetapi juga 3.832 masjid, 2.066 lokasi salat Id, dan 209 objek wisata. Serta pusat-pusat transportasi seperti bandara dan stasiun kereta api di Lampung.
Dengan persiapan matang ini, harapannya mudik Lebaran 2026 di Provinsi Lampung dapat berjalan aman, lancar, dan berkesan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi melakukan Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran 2026 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Selasa, 17 Februari 2026.
Pertemuan ini bersama jajaran Forkopimda Lampung guna menyelaraskan langkah antisipasi lonjakan arus lalu lintas.








