IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 16/04/2026 07:48
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Lampung Bandar Lampung

Sosiolog Ungkap Penyebab KDRT pada Anak Marak Terjadi

NurbyNur
23/07/24 - 20:50
in Bandar Lampung, Pendidikan
A A
Kekerasan dalam rumah tangga

Kekerasan dalam rumah tangga masih kerap terjadi di masyarakat. Dok

Bandar Lampung (Lampost.co)– Anak menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Berdasarkan data penerimaan laporan masyarakat, Komnas PA Bandar Lampung mencatat setidaknya ada 210 kasus kekerasan terhadap anak dari berbagai kategori kasus.

Sosiolog Universitas Lampung, Teuku Fahmi, menjelaskan anak akan selalu berisiko menjadi korban kekerasan. Baik berupa penganiayaan fisik, kekerasan psikis, ataupun kekerasan seksual.

Mirisnya kata Fahmi, kekerasan terhadap anak ini bisa terjadi di manapun. Baik di ranah publik seperti sekolah, sekitaran area permukiman, tempat bermain, rumah/tempat tinggal dan lain sebagainya.

Komnas PA Bandar Lampung Catat 17 Kasus Kekerasan Anak Sepanjang 2023

Latar belakang terjadinya kekerasan terhadap anak ini kata Fahmi dapat teridentifikasi dalam beberapa faktor risiko. Mulai dari tingkat individu, kedekatan hubungan, dan tingkat komunitas.

Tingkat individu mencakup para pelaku yang cenderung menggunkan narkoba dan alkohol. Serta kurangnya kepedulian terhadap orang lain. Perilaku agresif, dan penerimaan perilaku kekerasan, hingga pernah menjadi korban kekerasan semasa kecil.

Kemudian ada juga tingkat kedekatan hubungan yang mencakup memiliki riwayat konflik dan kekerasan dalam keluarga, kurangnya ikatan emosional antara anak dan orang tua atau pengasuh.

Serta praktik pengasuhan yang buruk, dan disfungsi keluarga yang tidak mendukung secara emosional, perceraian, atau orang tua tunggal.

“Ada juga tingkat komunitas mencakup permasalahan kemiskinan, kohesi sosial yang rendah, dan kontrol sosial yang lemah,” ujar Fahmi, Selasa, 23 Juli 2024.

Fahmi juga menyebut, seseorang dapat melakukan kekerasan terhadap anak, seringkali penyebabnya tidak hanya satu faktor saja.

Melainkan ada kombinasi berbagai faktor risiko pada tingkat individu. Kedekatan hubungan, dan komunitas masyarakat yang berkontribusi pada terjadinya kekerasan tersebut.

Penanggulangan Kekerasan

Berkaitan dengan upaya penanggulangan kekerasan terhadap anak, dirinya menilai bahwa penggunaan pendekatan “penal” melalui serangkaian kebijakan hukum pidana (penal policy) menjadi kerangka yang utama.

Hal ini sebagaimana yang telah tertuang dalam beberapa perundang-undangan, baik KUHP, UU Perlindungan Anak, ataupun UU TPKS. Dalam peraturan tersebut sudah termaktub upaya rehabilitasi terhadap korban anak utamanya fisik, psikologis, sosial dan hukum.

“Namun demikian, penting juga ada keterpaduan (integralitas) anatara penanggulangan kejahatan dengan pendekatan ‘penal’ dan ‘non-penal’,” jelasnya.

Akademisi Sosiologi Fisip Unila itu menjelaskan, untuk konteks non-penal, penekanannya ada pada upaya edukasi pada tiap tingkatan, baik individu, keluarga-teman sebaya, dan komunitas sosial. Hal ini agar entitas masyarakat tersebut mengetahui dan lebih peduli mengenai isu kekerasan terhadap anak.

“Maka dari itu perlu ada kesadaran bersama dari seluruh entitas masyarakat dalam memerangi kejahatan kekerasan ini. Kesadaran bersama ini nantinya juga diharapkan bisa menjadi pengawasan bersama khususnya pada anak yang terkategori kelompok rentan,” terangnya.

Tags: KDRTKekerasan Dalam Rumah Tanggasosiolog
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Tren Kelulusan PTN Naik, Pengamat Nilai Pendidikan Lampung Makin Kompetitif

Tren Kelulusan PTN Naik, Pengamat Nilai Pendidikan Lampung Makin Kompetitif

byWandi Barboyand1 others
15/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Pengamat pendidikan, Undang Rosidin, menilai kenaikan jumlah siswa Lampung yang lolos ke perguruan tinggi negeri (PTN) membawa...

SMAN 7 Bandar Lampung Dominasi Kelulusan SNBP Unila

SMAN 7 Bandar Lampung Dominasi Kelulusan SNBP Unila

byWandi Barboyand1 others
15/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co):  Universitas Lampung (Unila) mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dengan capaian 2.866 calon mahasiswa baru...

Kabel listrik di Langkapura, terbakar pada Rabu sore, 15 April 2026.

Kabel Listrik Terbakar di Langkapura, Warga Minta Penanganan Cepat

byAsrul Septian
15/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) — Kabel listrik di Jalan Kulit, Kecamatan Langkapura, terputus setelah sempat terbakar pada Rabu sore, 15 April...

Berita Terbaru

Warga Pesisir Bandar Lampung sedang melewati banjir rob atau pasang air laut maksimum. Dok Lampost.co
Cuaca

Waspada Banjir Rob di Enam Wilayah Pesisir Lampung

byTriyadi Isworo
16/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini. Waspada potensi banjir rob atau pasang maksimal,...

Read moreDetails
Banggar DPR Ajukan Sejumlah Kebijakan Jaga Stabilitas APBN karena Ketidakpastian Ekonomi Global

Empat Kawasan Industri Dorong Ekonomi Lampung Tumbuh 8 Persen

16/04/2026
Langit mendung dan rintik hujan menyelimuti Tugu Adipura Kota Bandar Lampung. BMKG memprediksi cuaca Provinsi Lampung berawan berpotensi hujan. (Foto: Triyadi Isworo/Lampost.co)

Kamis, 16 April 2026, Lampung Berawan Waspada Hujan Siang – Malam

16/04/2026
Gubernur Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. (Dok. Adpim Lampung)

Percepat Investasi, Pemprov Lampung Kembangkan Empat Kawasan Industri Baru

16/04/2026
Lima RUU Baru Masuk Prolegnas Prioritas 2026, DPR Siapkan Pembahasan Lanjutan

Lima RUU Baru Masuk Prolegnas Prioritas 2026, DPR Siapkan Pembahasan Lanjutan

15/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

 

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.