Banten (lampost.co)–Penetapan Lampung tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 bukan sekadar agenda rutin organisasi. Momentum ini katalisator pertumbuhan multi-sektoral yang akan memperkuat posisi Lampung dalam peta ekonomi pariwisata nasional.
Menkor Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, dalam Puncak HPN 2026 di Banten, Senin, 9 Februari 2026, menegaskan demokrasi bangsa sangat bergantung pada persnya. Mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, pemerintah menyoroti tantangan berat jurnalisme di tengah dominasi algoritma global.
“Jurnalisme tidak boleh tunduk pada algoritma. Kita harus mewaspadai kemunculan ‘berita halusinasi’ kecerdasan buatan tanpa proses verifikasi manusia. Pers harus tetap memegang teguh empati dan akurasi sebagai suluh peradaban,” ujar Muhaimin. Sebagai bentuk perlindungan nyata, pemerintah berkomitmen mempercepat implementasi publisher rights. Tujuannya memastikan keadilan ekonomi bagi media massa di tengah fragmentasi audiens yang semakin rumit.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan bahwa Lampung telah menyiapkan skenario terbaik untuk menyambut ribuan jurnalis se-Indonesia. Keyakinan ini dari kesiapan sarana olahraga, kemudahan akses transportasi, serta akomodasi.
Efek Domino
Gubernur Mirza meyakini bahwa HPN dan Porwanas 2027 akan menciptakan efek domino ekonomi bagi warga lokal. “Ini bukan hanya soal sukses acara, tapi menjadi panggung promosi daerah. Menghidupkan pariwisata, dan memperkuat solidaritas insan pers Indonesia di Bumi Ruwa Jurai,” tegasnya.
Keputusan Final Konkernas Ketua Umum PWI Pusat, Ahmad Munir, secara formal mengesahkan status Lampung sebagai tuan rumah setelah melalui proses bedah dukungan dalam Konferensi Kerja Nasional (Konkernas). Dukungan Pemerintah Provinsi Lampung menjadi faktor penentu yang membuat PWI Pusat menetapkan Lampung sebagai pusat kegiatan 2027.








