Bandar Lampung (Lampost.co) — Masyarakat kini harus bersiap menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok dan lainnya di pasar.
Bukan hanya karena faktor cuaca atau pasokan pangan, melainkan akibat melambungnya harga kemasan plastik di tingkat produsen.
Kondisi ini mulai memicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok yang sangat bergantung pada kemasan plastik.
Kenaikan harga plastik ini karena meningkatnya biaya bahan baku polimer di pasar global serta naiknya biaya distribusi.
Selain itu, hampir semua produk bahan pokok seperti minyak goreng, gula pasir, hingga beras menggunakan plastik sebagai kemasan utama.
Para pelaku usaha pun mulai melakukan penyesuaian harga jual mengikuti kenaikan harga plastik kemasan ini.
Baca Juga:
UMKM Tertekan, Harga Plastik Melonjak akibat Gangguan Impor
Menaikkan Harga Jual Eceran
Di Pasar Way Dadi, Bandar Lampung, Selasa, 7 April 2026, sejumlah pedagang mengaku mulai kesulitan menjaga harga agar tetap stabil.
Menurut pantauan di lapangan, kenaikan harga kemasan plastik yang berkisar antara 25% hingga 30% memaksa pedagang untuk menaikkan harga jual eceran agar tidak merugi.
“Kami terpaksa menaikkan harga sedikit, karena modal untuk plastik pembungkus saja sudah naik. Kalau tidak dinaikkan, keuntungan kami habis hanya untuk beli plastik kiloan,” ujar Surti (39), salah satu penjaga toko sembako.
Hal serupa juga dirasakan oleh Santo (56), penjual minyak goreng. Ia mengatakan harga plastik naik membuat semua harga bahan pokok dari pabrik ikut naik.
“Gara-gara plastik naik, harga modal dari pabrik pun ikut mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Kami penjual juga bingung mau ngambil keuntungan berapa,” ungkapnya.
Masyarakat berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk menstabilkan harga bahan baku plastik atau memberikan solusi alternatif kemasan yang lebih terjangkau. Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan daya beli masyarakat akan menurun.
(Fauzan Al Djabar/Magang)








