Bandar Lampung (lampost.co)–Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) menegaskan bahwa prinsip kehati-hatian menjadi landasan utama dalam rencana pembangunan jembatan di Way Bungur, Lampung Timur. Kepala Dinas BMBK Lampung, M. Taufiqulloh, menyatakan bahwa keselamatan warga merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar demi kecepatan pengerjaan semata.
Menurut Taufiqulloh, kondisi medan di Way Bungur memerlukan kajian teknis yang jauh lebih spesifik dibandingkan lokasi lainnya. Ia menekankan bahwa riset mendalam terkait rancang bangun sangat krusial agar jembatan yang dihasilkan memiliki ketahanan jangka panjang.
“Kami sedang melaksanakan penelitian lanjutan yang sangat mendetail. Keselamatan publik jauh lebih berharga daripada durasi pengerjaan yang tergesa-gesa. Desain struktur jembatan harus benar-benar matang sebelum alat berat masuk ke lokasi,” tegas Taufiqulloh, Selasa, 10 Februari 2026.
Mitigasi Kendala Alam
Taufiq membeberkan bahwa terdapat sejumlah hambatan (obstacles) yang harus dicarikan solusinya sejak awal. Karakteristik kawasan Way Bungur yang rawan terendam banjir menjadi tantangan teknis bagi penentuan ketinggian bentang jembatan. Selain itu, aspek legalitas karena lokasi bersinggungan dengan hutan lindung menuntut adanya sinkronisasi regulasi agar pembangunan tidak menabrak aturan hukum lingkungan.
“Penyelidikan karakteristik tanah di sana sangat vital. Kami harus merumuskan strategi bersama agar jembatan ini tidak hanya kokoh secara struktur, tetapi juga aman dari sisi ekologi,” tambahnya.
Meski pembangunan fisik belum dimulai, Taufiqulloh memastikan proses di lapangan sedang berjalan intensif. Tim ahli dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Kementerian PUPR saat ini fokus melakukan pengambilan data geoteknik dan survei topografi.
“Personel sudah berada di lokasi. Mereka sedang bekerja mengambil sampel data yang dibutuhkan untuk studi kelayakan. Jadi, meskipun belum ada konstruksi terlihat, fase kritis pengambilan data uji lapangan sedang dipacu,” pungkasnya.








