Jelang Ramadan, Harga Kebutuhan Pangan di Lampung Tengah Stabil

Editor Denny, Penulis Tedjo Waluyo
Minggu, 03 Maret 2024 15:19 WIB
Jelang Ramadan, Harga Kebutuhan Pangan di Lampung Tengah Stabil
Seorang pedagang tengah melayani pembeli di Pasar Bandar Jaya, Minggu, 3 Maret 2024. (Foto: Lampost.co/Tedjo Waluyo)
Iklan Artikel 1

Gunungsugih (Lampost.co) — Sepekan jelang Ramadan, harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional Lampung Tengah stabil. Untuk diketahui harga sempat mengalami kenaikan dua pekan  terakhir.

Eko Riyadi seorang pedagang mengatakan beberapa jenis sembako harganya mulai berangsur turun dan relatif stabil. Termasuk harga beras kualitas medium dan premium yang sempat melonjak naik. “Harga sembako relatif stabil mulai dari harga beras cabai hingga bumbu dapur,” kata pedagang di pasar Bandar Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar tersebut, Minggu, 3 Maret 2024.

Ia menerangkan, sebelumnya harga cabai merah berkisar Rp90-95 ribu per kilogram. Sekarang sudah turun menjadi Rp60 ribu. Cabai rawit Rp35 ribu per kg, bawang merah Rp28 ribu per kg, dan bawang putih Rp30 ribu per kg.

Namun kini, jelang Ramadan, harga kebutuhan pangan tersebut rata-rata berangsur turun. Termasuk harga beras kualitas premium yang sempat tembus berkisar 19 ribu per kg sekarang Rp17 ribu. Paling mahal Rp18 ribu per perkilo. Sedangkan kualitas medium Rp15 –16 ribu per kg.

Iklan Artikel 2

“Cabai merah Rp50 ribuan ke atas, tidak sampai  Rp60 ribu per kg. Termasuk harga beras yang sempat tinggi tembus Rp19 ribu untuk jenis premium,” kata dia.

Iklan Artikel 3

Dia mengakui terdapat beberapa jenis sembako yang harganya masih tinggi harga. Seperti telur ayam ras ,dan minyak goreng curah, kemasan maupun Minyakita.

“Telur ,inggu lalu per peti isi 15 kg harganya Rp390 ribu naik menjadi Rp420 ribu. Sedangkan minyak goreng curah dari Rp15 ribu naik menjadi Rp15.500. Minyakita perdus dari Rp175 ribu naik Rp178 ribu. Kalau jual eceran  berkisar Rp15-16 ribu,” kata dia.

Ia berharap harga sembako tetap stabil hingga memasuki Ramadan. “Sehingga masyarakat dan pedagang tidak merasa keberatan di tengah situasi paceklik saat ini,” kata dia.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI