Metro (Lampost.co)—Budaya minat baca di Bumi Sai Wawai tertinggi di Provinsi Lampung. Hal tersebut berdasarkan indeks literasi pembangunan masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Metro, Komaruddin, mengatakan capaian tersebut berdasarkan tujuh indikator penilaian. Hasilnya Metro menjadi kota dengan literasi tertinggi di Lampung.
“Alhamdulillah Metro ini tertinggi di Provinsi Lampung. Jadi, ada tujuh indikator, di antaranya pemerataan layanan perpustakaan, ketercukupan koleksi, ketercukupan tenaga perpustakaan, dan kunjungan masyarakat. Kemudian, penunjang lainnya seperti perpustakaan liber SMP berstandar nasional, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan perpustakaan dan keanggunan perpustakaan,” kata dia, Selasa (23/7/2024).
Dia menjelaskan untuk di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Metro juga kini telah memiliki koleksi 2.400 e-book dan 20.159 buku fisik.
“Ditambah lagi, setiap tahun kami ada peningkatan sebagai perputaran buku ya. Baik itu yang rusak dan buku yang harus di-upgrade mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Selain ketersediaan buku yang memadai, pojok baca digital (pocadi) juga termasuk proses pengembangan perpustakaan yang tersedia secara outdoor atau luar ruangan.
“Memang, kami menempatkan pocadi di antara Taman Merdeka dan Masjid Taqwa Metro sejak 2019 lalu. Tujuannya seluruh masyarakat bisa mengakses pocadi dengan fasilitas Wi-Fi gratis,” ungkapnya.








