Kalianda (lampost.co)–PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Lampung Selatan, telah menyiapkan sejumlah kantong parkir strategis. Langkah ini untuk mengantisipasi potensi kemacetan di pintu masuk pelabuhan selama masa arus mudik Lebaran 2026.
General Manager PT ASDP Cabang Utama Bakauheni, Partogi Tamba, menjelaskan bahwa pengoperasian area penyangga (buffer zone) bertujuan untuk memecah kepadatan arus lalu lintas menuju pelabuhan. Sejumlah titik yang telah dioptimalkan meliputi:
-
Jalur Tol: Rest area KM 49B dan KM 20B.
-
Jalur Non-Tol: Terminal Agribisnis Gayam, RM Gunung Jati, RM Tiga Saudara, dan eks Kantor Balai Karantina.
“Kami menyiagakan petugas di setiap titik buffer zone untuk membantu calon pemudik melakukan pembelian tiket secara mandiri sebelum mencapai area pelabuhan,” ujar Partogi Tamba, akhir pekan ini.
ASDP menegaskan bahwa pembelian tiket feri kini sepenuhnya secara daring (online) melalui aplikasi atau situs resmi Ferizy. Pemesanan maksimal 60 hari (H-60) sebelum tanggal keberangkatan guna menjamin ketersediaan slot bagi pengguna jasa.
Sesuai aturan terbaru, tidak ada lagi loket penjualan tiket fisik di area pelabuhan. Pemudik wajib:
-
Memiliki tiket sebelum berangkat menuju pelabuhan.
-
Datang sesuai jadwal yang tertera pada tiket untuk menghindari antrean panjang.
-
Mengisi data identitas penumpang dengan lengkap dan benar sesuai manifes.
Pihak ASDP mengimbau masyarakat untuk bekerja sama dengan mengikuti jadwal keberangkatan agar kapasitas pelabuhan tetap terukur melalui sistem digital. Sinergi antara penyediaan fasilitas parkir dan kepatuhan pengguna jasa terhadap sistem tiket daring diharapkan mampu mewujudkan arus mudik yang lancar, aman, dan tertib di gerbang Pulau Sumatra. (ANT)








