Bandar Lampung (Lampost.co) — Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menargetkan penyusunan dan pengelolaan data tunggal sosial ekonomi nasional akan selesai pada Februari 2025.
Kemudian ia mengatakan, data tunggal sosial ekonomi nasional tercanangkan oleh kepemimpinan Presiden Prabowo. Pihaknya telah menghimpun padu padan sebanyak 266 juta dari total sekitar 270 juta penduduk Indonesia.
“Data ini hampir rampung, waktu rakor terakhir pada Menko Pemberdayaan Masyarakat. Data tunggal itu sudah sekitar 90 persen,” ujarnya.
Selanjutnya data tunggal nasional ini menghimpun data dari Kemensos dan Kemendagri serta tersusun langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Ini bakal memiliki standar ukur lebih jelas dari data-data yang pernah ada sebelumnya.
“Untuk itu, sebentar lagi akan keluar Inpres data tunggal sosial ekonomi nasional. Mudah-mudahan secepatnya bisa keluar dan kita gunakan,” terangnya.
Lalu Agus menegaskan bahwa data tunggal sosial ekonomi nasional bakal menyelesaikan permasalahan penyaluran program. Maupun bantuan baik pemerintah daerah hingga pusat akan lebih tepat sasaran.
“Karena sejauh ini ada banyak bantuan-bantuan sosial dari pemerintah pusat ke daerah saling tumpang tindih. Bahkan ada warga kurang mampu tidak menerima penyaluran bantuan. Ini yang kita evaluasi, nanti kita kerja berdasarkan data,” tutupnya.