• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 24/02/2026 04:29
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Nasional

Dana APBD Mengendap Jadi Ancaman Ekonomi Daerah

Reformasi fiskal, digitalisasi tata kelola, percepatan lelang dini, dan insentif berbasis kinerja diyakini menjadi solusi paling realistis.

Muharram Candra LuginabyMuharram Candra Lugina
26/10/25 - 23:41
in Nasional
A A
Dana APBD Mengendap Jadi Ancaman Ekonomi Daerah

Ilustrasi. (FOTO MI/USMAN ISKANDAR)

Jakarta (Lampost.co) — Fenomena dana APBD yang mengendap di bank dan rendahnya serapan terus menjadi sorotan nasional. Data terbaru menunjukkan dana mengendap di kas daerah menembus lebih dari Rp200 triliun. Kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi daerah dan menggerus efektivitas kebijakan fiskal Pemerintah Pusat.

Poin Penting:

  • Dana APBD yang mengendap capai lebih dari Rp200 triliun.

  • Indef dorong digitalisasi e-budgeting dan e-procurement.

  • Pemerintah Pusat untuk memberikan insentif berbasis kinerja.

Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman, menjelaskan penyebab utama serapan dana APBD yang lambat adalah lemahnya sinkronisasi siklus perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan. Keterlambatan penetapan APBD membuat proses administrasi dan lelang proyek baru berjalan pada triwulan kedua atau bahkan ketiga.

Akibatnya, belanja fisik baru terjadi menjelang akhir tahun. “Pola ini menyebabkan belanja pemerintah daerah tidak optimal sebagai instrumen stabilisasi dan akselerasi ekonomi daerah sepanjang tahun,” kata Rizal, Minggu, 26 Oktober 2025.

Baca juga: DPR Desak Percepatan Belanja Awal Tahun, Menkeu Pilih Hati-hati

Dana Mengendap Kurangi Efektivitas Fiskal

Rizal juga menegaskan fenomena dana APBD mengendap di bank menunjukkan hilangnya peluang pertumbuhan ekonomi. Belanja publik yang seharusnya mendorong sektor riil justru tertahan. “Pada akhirnya, hal ini mengurangi multiplier effect belanja publik dan menurunkan efisiensi APBN,” ujar Rizal.

Menurutnya, APBN terganggu karena dana transfer daerah tidak langsung masuk ke ekonomi masyarakat, melainkan parkir di perbankan tanpa menghasilkan efek stimulus.

Dorong Percepatan Penetapan APBD

Untuk mencegah dana APBD mengendap, Rizal menilai daerah wajib melakukan reformasi fiskal secara struktural. Pertama, sinkronisasi percepatan RPJMD, RKPD, dan APBD harus dipastikan selesai sebelum memulai tahun anggaran. Hal itu sesuai amanat Undang-Undang Keuangan Daerah.

Kedua, implementasi e-budgeting dan e-procurement harus terintegrasi sejak awal agar perencanaan dan pengadaan bisa berjalan paralel, bukan menunggu satu per satu. “Wajib menyedikan infrastruktur digital agar tidak terjadi bottleneck administrasi,” katanya.

Belanja Berbasis Kinerja

Rizal juga menilai pengawasan pusat harus bergeser dari sekadar kepatuhan administrasi menuju hasil nyata belanja daerah. “Kemendagri dan BPKP sebaiknya fokus pada output-based budgeting, bukan hanya formalitas,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Pusat untuk memberi insentif fiskal bagi daerah yang cepat menetapkan APBD dan menjaga serapan merata sejak awal tahun. Tambahan dana insentif daerah (DID) menjadi pemicu utama perubahan perilaku fiskal.

“Logika fiskal harus bergeser dari ‘menghabiskan anggaran’ menjadi ‘memaksimalkan manfaat anggaran’,” ujar Rizal.

Tags: APBD 2025belanja daerahdana APBD mengendapekonomi daerahIndefreformasi fiskalserapan APBD
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menghadiri Lelang dan Pameran Lukisan Solo bertema "LOVE" karya pelukis Sonja Irawaty. Kegiatan tersebut berlangsung di Midaz Senayan and Golf, Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026. Dok MPR RI

Butuh Kepedulian Bersama Bangkitkan Semangat Penderita Kanker

byTriyadi Isworo
14/02/2026

Jakarta (Lampost.co) – Dukungan dan kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya membangkitkan semangat penderita dalam berjuang melawan kanker. Hal tersebut...

Ketua MPR RI Dorong UMKM dan Pariwisata Lampung Selatan, Tol Bakter Perkuat Konektivitas

Ketua MPR RI Dorong UMKM dan Pariwisata Lampung Selatan, Tol Bakter Perkuat Konektivitas

byMustaan
13/02/2026

Lampung Selatan (lampost.co) — Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Selatan untuk meninjau perkembangan sektor...

Pembinaan Peternak Sapi Lokal untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Pembinaan Peternak Sapi Lokal untuk Perkuat Ketahanan Pangan

byMustaan
11/02/2026

Lampung Selatan (Lampost.co) — Penguatan ketahanan pangan berbasis protein hewani terus begerak di Lampung. Salah satunya PT Juang Jaya Abdi...

Berita Terbaru

Gelandang Atalanta Lazar Samardzic
Bola

Tuan Rumah Atalanta Buat Comeback Dramatis atas Napoli

byIsnovan Djamaludin
23/02/2026

Bergamo (Lampost.co)–Atalanta berhasil mengamankan poin penuh setelah menumbangkan Napoli dengan skor tipis 2-1 dalam laga pekan ke-26 Serie A musim...

Read moreDetails
Para pemain AS Roma merayakan gol

AS Roma Tembus Tiga Besar Usai Tekuk Cremonese 3-0

23/02/2026
LAFC vs Inter Miami

LAFC Tekuk Inter Miami 3-0, Messi Tidak Berkutik di Hadapan Son Heung-min

23/02/2026
Pemprov Lampung Sambut Baik Diskon Tarif Angkutan Lebaran 2026

Pemprov Lampung Sambut Baik Diskon Tarif Angkutan Lebaran 2026

23/02/2026
AC Milan vs Parma

Kejutan di San Siro, AC Milan Dipermalukan Parma 0-1

23/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.