Jakarta (Lampost.co) — Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengonfirmasi dua pelatih lokal akan bergabung dalam tim kepelatihan Patrick Kluivert di Timnas Indonesia.
Penunjukan itu tidak hanya untuk memperkuat tim kepelatihan, tetapi juga untuk mendukung pengembangan kapasitas pelatih lokal. Hal itu melalui program transfer pengetahuan dari pelatih internasional.
Erick Thohir menjelaskan PSSI merancang langkah-langkah strategis untuk memilih pelatih lokal yang akan bekerja sama dengan Patrick Kluivert.
“Kami menggunakan database pelatih untuk menyeleksi 10 kandidat terbaik. Selanjutnya, nama-nama tersebut akan kami ajukan kepada Patrick Kluivert dan tim untuk menentukan dua asisten pelatih yang paling cocok,” ujar Erick Thohir.
Langkah itu menjadi bagian dari visi Erick untuk menciptakan regenerasi pelatih berkualitas di Indonesia. Sekaligus membangun sinergi antara pelatih lokal dan pelatih asing.
Calon Asisten Pelatih Lokal Timnas Indonesia
Berikut adalah dua nama pelatih lokal yang bakal menjadi asisten Patrick Kluivert di Timnas Indonesia:
Kurniawan Dwi Yulianto
Kurniawan Dwi Yulianto, menjadi kandidat kuat. Mantan striker legendaris Timnas Indonesia itu aktif menimba ilmu kepelatihan di Italia setelah pensiun sebagai pemain. Dia saat ini menjabat sebagai asisten pelatih di klub Serie A, Como 1907.
Pengalaman Kurniawan di dunia kepelatihan mencakup posisi sebagai asisten pelatih di Borneo FC, Timnas Indonesia U-23, dan kepala pelatih di Sabah FA. Kurniawan terbilang mampu memberikan kontribusi besar dalam tim kepelatihan Patrick Kluivert dengan rekam jejaknya.
Raphael Maitimo
Eks gelandang naturalisasi Timnas Indonesia, Raphael Maitimo, juga sebagai kandidat potensial. Kemampuan Maitimo dalam berbahasa Indonesia dan Belanda menjadi nilai tambah. Sebab, komunikasi yang efektif sangat penting dalam tim kepelatihan multinasional.
Maitimo pernah menjadi staf resmi Timnas Kanada U-17 di Piala Dunia U-17 2023, meski belum memiliki pengalaman sebagai pelatih kepala. Pengalaman tersebut menunjukkan kapasitasnya untuk beradaptasi di level internasional.
Nasib Nova Arianto dan Indra Sjafri
Nova Arianto tidak masuk pertimbangan karena PSSI menginginkan dia fokus menangani Timnas Indonesia U-17 yang akan berlaga di Piala Asia U-17 2025. Sementara itu, Indra Sjafri tengah mempersiapkan Timnas Indonesia U-20 jelang Piala Asia U-20 2025.