Solo (Lampost.co)–Ambisi Persis Solo keluar dari dasar klasemen Super League 2025/2026 kembali menemui jalan buntu. Menjamu PSBS Biak pada laga pekan ke-22 di Stadion Manahan, Sabtu (21/2/2026) malam, Laskar Sambernyawa harus puas berbagi angka setelah laga berakhir imbang 1-1.
Tampil di hadapan pendukung sendiri, Persis Solo sebenarnya mendominasi jalannya pertandingan sejak sepak mula. Tekanan demi tekanan yang lini tengah bangun dengan komando Zanadin Fariz membuahkan hasil pada menit ke-30.
Dimitri Lima Souza berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan matang dari Zanadin. Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah bertahan hingga turun minum.
Baca juga: Persijap Bungkam Persebaya 3-1, Laskar Kalinyamat Berjuang Keluar dari Zona Merah
Memasuki babak kedua, Persis tidak menurunkan intensitas serangan. Pelatih Milomir Seslija mencoba menambah daya gedor dengan memasukkan Febri Hariyadi yang melakoni debutnya bersama Laskar Sambernyawa pada menit ke-59.
Namun, buruknya penyelesaian akhir menjadi kendala utama. Tercatat, Persis melepaskan setidaknya delapan peluang emas yang gagal terkonversi menjadi gol tambahan.
Petaka bagi tuan rumah datang di penghujung laga. Keasyikan menyerang membuat barisan pertahanan Persis sedikit lengah.
Pada menit ke-81, melalui skema serangan balik, pemain PSBS Biak, Pablo Andrade, melepaskan umpan silang akurat yang bersambut dengan tandukan tajam Luquinhas. Bola mengalir deras ke pojok gawang tanpa mampu kiper Persis halau.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Hasil ini memicu kekecewaan mendalam bagi ribuan suporter yang hadir di Manahan. Teriakan “Milo out” kembali menggema di seantero stadion sebagai bentuk protes atas rentetan hasil negatif Persis Solo yang belum pernah menang di kandang sepanjang putaran kedua musim ini.
Komentar Pelatih
Menanggapi hasil tersebut, pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengaku sangat kecewa namun tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya.
“Sepak bola memang kejam. Kami menciptakan banyak peluang, sementara lawan hanya memiliki satu peluang dari umpan silang dan itu menjadi gol. Kami butuh waktu untuk membangun chemistry dengan pemain-pemain baru kami,” ujar pelatih yang akrab disapa Milo tersebut dalam sesi konferensi pers usai laga.
Di sisi lain, pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, merasa puas dengan satu poin yang mereka raih di Solo. Menurutnya, hasil ini sangat krusial bagi timnya untuk tetap berada di zona aman degradasi. “Kami bermain agresif dan disiplin. Satu poin dari Manahan adalah hasil yang sangat adil bagi perjuangan para pemain,” kata Mihail.
Posisi Klasemen
Dengan tambahan satu poin ini, Persis Solo masih terpuruk di dasar klasemen (peringkat ke-18) dengan koleksi 13 poin dari 22 pertandingan. Sementara itu, PSBS Biak berada di posisi ke-15 dengan 18 poin, unggul tipis dari zona merah yang dihuni Semen Padang FC dan Persijap Jepara.
Laskar Sambernyawa kini harus segera bangkit karena pada pekan ke-23 mendatang mereka akan bertandang ke markas Persik Kediri, Minggu (1/3/2026).








