Bandar Lampung (Lampost.co)— Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Lampung terus memperkuat pembinaan cabang olahraga renang melalui penyelenggaraan kejuaraan daerah yang rutin digelar setiap tahun. Kepala Dispora Provinsi Lampung, Meiry Harika Sari, mengatakan kejuaraan renang menjadi sarana penting dalam menjaring bibit atlet sekaligus mengevaluasi hasil pembinaan yang telah berjalan.
Meiry menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni mencari atlet renang potensial sejak usia dini. Kemudian menjadi ajang evaluasi terhadap pelaksanaan perlombaan renang yang selama ini cukup intens terselenggara di Lampung. Dalam kurun waktu satu tahun, Provinsi Lampung mampu menyelenggarakan dua hingga tiga kejuaraan renang tingkat daerah.
Baca juga: Piala Gubernur Invitasi Renang Lampung Jadi Ajang Uji Prestasi Menuju PON 2028
“Minat terhadap olahraga renang di Lampung cukup tinggi. Melalui kejuaraan ini, kami dapat mengevaluasi perkembangan atlet sekaligus menyiapkan mereka agar ke depan mampu mewakili Lampung di kejuaraan nasional maupun internasional,” ujar Meiry.
Ia menambahkan, pembinaan renang saat ini menjadi bagian dari persiapan jangka panjang Provinsi Lampung menghadapi berbagai agenda olahraga nasional. Pada tahun 2027, Lampung targetnya menjadi tuan rumah salah satu ajang olahraga tingkat nasional. Selanjutnya, pada 2028 Lampung akan berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON), dan pada 2032 daerah ini menargetkan menjadi tuan rumah PON.
“Karena itulah pembinaan harus mulai dari sekarang. Kejuaraan renang ini menjadi sarana untuk memetakan kekuatan atlet dan memastikan pembinaan berjalan berkelanjutan,” katanya.
Dua Kategori
Secara teknis, kejuaraan renang tersebut mempertandingkan dua kategori utama, yakni kategori kelompok umur (championship) dan Fun Swimming. Kategori championship untuk atlet usia 9 tahun hingga 18 tahun ke atas. Sementara Fun Swimming pesertanya pemula dari kalangan pelajar.
Pada kategori championship, atlet berlaga dalam empat nomor gaya renang, yaitu gaya bebas, gaya punggung, gaya dada, dan gaya kupu-kupu. Adapun kategori Fun Swimming dengan pesertanya pelajar mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
Meiry menyebutkan, total peserta kejuaraan mencapai sekitar 1.300 atlet. Sebanyak 600 atlet berlaga pada kategori championship yang berasal dari 68 perkumpulan atau klub renang, tidak hanya dari Lampung, tetapi juga dari sejumlah provinsi tetangga seperti Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Jambi. Sementara itu, 700 peserta lainnya mengikuti kategori Fun Swimming.
“Antusiasme peserta sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa olahraga renang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Provinsi Lampung,” pungkasnya.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News








