Bandar Lampung (Lampost.co) — Industri game global kembali diguncang keputusan besar. Ubisoft secara resmi membatalkan enam proyek game sekaligus, termasuk Prince of Persia: The Sands of Time Remake, proyek yang telah lama dinanti penggemar. Keputusan ini diambil di tengah restrukturisasi besar-besaran yang juga berujung pada penutupan dua studio Ubisoft.
Langkah drastis ini menegaskan bahwa tekanan industri game saat ini semakin nyata, bahkan bagi publisher raksasa sekaliber Ubisoft.
Restrukturisasi Besar Ubisoft Kembali Terjadi dalam Waktu Singkat
Belum genap satu bulan sejak mengumumkan gelombang restrukturisasi sebelumnya, Ubisoft kembali melakukan perubahan struktural menyeluruh. Perusahaan menilai bahwa kondisi pasar game global kini jauh lebih kompetitif dan selektif dibanding beberapa tahun lalu.
Dalam pernyataan resminya, Ubisoft menyebut tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap seluruh portofolio proyek, mulai dari tahap awal hingga pengembangan lanjutan. Evaluasi ini dilakukan sepanjang Desember hingga Januari, sebelum akhirnya diputuskan pembatalan dan penundaan proyek.
Laporan ini pertama kali diungkap oleh Reuters dan dikonfirmasi melalui wawancara dengan manajemen Ubisoft.
Prince of Persia: The Sands of Time Remake Resmi Dihentikan
Salah satu dampak paling besar dari restrukturisasi ini adalah dihentikannya Prince of Persia: The Sands of Time Remake. Game remake tersebut sebelumnya telah mengalami berbagai penundaan dan pergantian studio pengembang sejak pertama kali diumumkan.
Ubisoft memastikan bahwa proyek ini tidak lagi dilanjutkan, tanpa menyebut kemungkinan dihidupkan kembali di masa depan.
Menurut laporan Gematsu, pembatalan ini merupakan bagian dari penyaringan ketat proyek-proyek yang dinilai tidak lagi selaras dengan strategi bisnis baru perusahaan.
Enam Game Dibatalkan, Mayoritas IP Baru dan Satu Game Mobile
Secara total, Ubisoft membatalkan enam proyek game. Selain Prince of Persia Remake, lima proyek lain yang dihentikan terdiri dari:
Tiga game dengan IP baru
Satu game mobile
Satu proyek yang belum diumumkan ke publik
Ubisoft tidak merinci judul atau konsep kelima proyek tersebut. Namun, perusahaan menegaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi potensi pasar dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Informasi ini juga dilaporkan oleh Video Games Chronicle (VGC).
Dua Studio Ubisoft Ditutup, Dampak Langsung Restrukturisasi
Restrukturisasi ini turut berdampak pada struktur organisasi Ubisoft secara global. Perusahaan mengonfirmasi penutupan Ubisoft Stockholm dan Ubisoft Halifax.
Penutupan dua studio ini menjadi bagian dari upaya efisiensi dan pemusatan sumber daya ke proyek-proyek prioritas. Ubisoft menyatakan akan mengalihkan fokus ke tim dan studio yang dinilai paling strategis dalam pengembangan game ke depan.
Laporan mengenai penutupan studio ini disampaikan oleh Reuters dan diperkuat oleh laporan industri dari Nintendo Life.
Ubisoft Akui Persaingan Industri Game Semakin Ketat
Chief Financial Officer Ubisoft, Frederick Duguet, menjelaskan bahwa kondisi pasar menjadi faktor utama di balik keputusan ini. Ia menyebut industri game saat ini berada dalam fase persaingan paling ketat yang pernah dialami perusahaan.
Duguet menilai bahwa kuartal terakhir menunjukkan tingkat kompetisi yang sangat tinggi, dengan pasar yang semakin selektif terhadap proyek game baru. Pernyataan ini disampaikan Ubisoft kepada IGN, sebagaimana dikutip oleh sejumlah media internasional.
Fokus Baru Ubisoft: Open-World dan Live-Service
Ke depan, Ubisoft akan lebih memusatkan pengembangan pada dua model utama:
Game open-world berskala besar
Game berbasis live-service
Kedua model ini dinilai lebih berkelanjutan secara bisnis dan mampu memberikan pendapatan jangka panjang. Strategi tersebut sejalan dengan tren industri global yang menuntut game untuk memiliki umur panjang dan basis pemain aktif yang stabil.
Pendekatan ini juga dilaporkan oleh Nintendo Life dan Gematsu, yang menyebut Ubisoft ingin mengurangi risiko proyek berskala besar yang tidak memiliki prospek jangka panjang.
Sinyal Keras bagi Industri Game Global
Keputusan Ubisoft membatalkan enam game, menutup dua studio, dan menghentikan proyek legendaris seperti Prince of Persia Remake menjadi sinyal kuat bahwa industri game tengah berada dalam fase pengetatan besar-besaran.
Bahkan publisher mapan pun kini harus lebih selektif, realistis, dan berhati-hati dalam menentukan proyek. Bagi penggemar, kabar ini tentu mengecewakan. Namun bagi industri, langkah Ubisoft mencerminkan perubahan besar dalam cara game dikembangkan dan dipasarkan ke depan.








