• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 17/02/2026 04:35
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Teknologi

Ubisoft Batalkan Prince of Persia Remake, Enam Game Gugur dan Dua Studio Ditutup

Salah satu dampak paling besar dari restrukturisasi ini adalah dihentikannya Prince of Persia: The Sands of Time Remake.

Denny ZYbyDenny ZY
22/01/26 - 19:14
in Teknologi
A A
Ubisoft batalkan Prince of Persia Remake

Ubisoft batalkan Prince of Persia Remake (Foto: Antara)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Industri game global kembali diguncang keputusan besar. Ubisoft secara resmi membatalkan enam proyek game sekaligus, termasuk Prince of Persia: The Sands of Time Remake, proyek yang telah lama dinanti penggemar. Keputusan ini diambil di tengah restrukturisasi besar-besaran yang juga berujung pada penutupan dua studio Ubisoft.

Langkah drastis ini menegaskan bahwa tekanan industri game saat ini semakin nyata, bahkan bagi publisher raksasa sekaliber Ubisoft.

Restrukturisasi Besar Ubisoft Kembali Terjadi dalam Waktu Singkat

Belum genap satu bulan sejak mengumumkan gelombang restrukturisasi sebelumnya, Ubisoft kembali melakukan perubahan struktural menyeluruh. Perusahaan menilai bahwa kondisi pasar game global kini jauh lebih kompetitif dan selektif dibanding beberapa tahun lalu.

Dalam pernyataan resminya, Ubisoft menyebut tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap seluruh portofolio proyek, mulai dari tahap awal hingga pengembangan lanjutan. Evaluasi ini dilakukan sepanjang Desember hingga Januari, sebelum akhirnya diputuskan pembatalan dan penundaan proyek.

Laporan ini pertama kali diungkap oleh Reuters dan dikonfirmasi melalui wawancara dengan manajemen Ubisoft.

Prince of Persia: The Sands of Time Remake Resmi Dihentikan

Salah satu dampak paling besar dari restrukturisasi ini adalah dihentikannya Prince of Persia: The Sands of Time Remake. Game remake tersebut sebelumnya telah mengalami berbagai penundaan dan pergantian studio pengembang sejak pertama kali diumumkan.

Ubisoft memastikan bahwa proyek ini tidak lagi dilanjutkan, tanpa menyebut kemungkinan dihidupkan kembali di masa depan.

Menurut laporan Gematsu, pembatalan ini merupakan bagian dari penyaringan ketat proyek-proyek yang dinilai tidak lagi selaras dengan strategi bisnis baru perusahaan.

Enam Game Dibatalkan, Mayoritas IP Baru dan Satu Game Mobile

Secara total, Ubisoft membatalkan enam proyek game. Selain Prince of Persia Remake, lima proyek lain yang dihentikan terdiri dari:

Tiga game dengan IP baru

Satu game mobile

Satu proyek yang belum diumumkan ke publik

Ubisoft tidak merinci judul atau konsep kelima proyek tersebut. Namun, perusahaan menegaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi potensi pasar dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Informasi ini juga dilaporkan oleh Video Games Chronicle (VGC).

Dua Studio Ubisoft Ditutup, Dampak Langsung Restrukturisasi

Restrukturisasi ini turut berdampak pada struktur organisasi Ubisoft secara global. Perusahaan mengonfirmasi penutupan Ubisoft Stockholm dan Ubisoft Halifax.

Penutupan dua studio ini menjadi bagian dari upaya efisiensi dan pemusatan sumber daya ke proyek-proyek prioritas. Ubisoft menyatakan akan mengalihkan fokus ke tim dan studio yang dinilai paling strategis dalam pengembangan game ke depan.

Laporan mengenai penutupan studio ini disampaikan oleh Reuters dan diperkuat oleh laporan industri dari Nintendo Life.

Ubisoft Akui Persaingan Industri Game Semakin Ketat

Chief Financial Officer Ubisoft, Frederick Duguet, menjelaskan bahwa kondisi pasar menjadi faktor utama di balik keputusan ini. Ia menyebut industri game saat ini berada dalam fase persaingan paling ketat yang pernah dialami perusahaan.

Duguet menilai bahwa kuartal terakhir menunjukkan tingkat kompetisi yang sangat tinggi, dengan pasar yang semakin selektif terhadap proyek game baru. Pernyataan ini disampaikan Ubisoft kepada IGN, sebagaimana dikutip oleh sejumlah media internasional.

Fokus Baru Ubisoft: Open-World dan Live-Service

Ke depan, Ubisoft akan lebih memusatkan pengembangan pada dua model utama:

Game open-world berskala besar

Game berbasis live-service

Kedua model ini dinilai lebih berkelanjutan secara bisnis dan mampu memberikan pendapatan jangka panjang. Strategi tersebut sejalan dengan tren industri global yang menuntut game untuk memiliki umur panjang dan basis pemain aktif yang stabil.

Pendekatan ini juga dilaporkan oleh Nintendo Life dan Gematsu, yang menyebut Ubisoft ingin mengurangi risiko proyek berskala besar yang tidak memiliki prospek jangka panjang.

Sinyal Keras bagi Industri Game Global

Keputusan Ubisoft membatalkan enam game, menutup dua studio, dan menghentikan proyek legendaris seperti Prince of Persia Remake menjadi sinyal kuat bahwa industri game tengah berada dalam fase pengetatan besar-besaran.

Bahkan publisher mapan pun kini harus lebih selektif, realistis, dan berhati-hati dalam menentukan proyek. Bagi penggemar, kabar ini tentu mengecewakan. Namun bagi industri, langkah Ubisoft mencerminkan perubahan besar dalam cara game dikembangkan dan dipasarkan ke depan.

Tags: GAMEGame AAAPrince of PersiaUbisoft
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Seal M on CROSS

Seal M on CROSS Resmi Buka Pra-Registrasi 2026: Era Baru MMORPG Web3 Global Tanpa Batas Wilayah

byDenny ZY
16/02/2026

Bandar Lampung (Lampos.co) -- Kabar gembira bagi para pecinta game legendaris Seal Online. Playwith Korea bekerja sama dengan Nexus resmi...

HDD 40TB

Tren Hard Disk 2026: Era 40TB dan Kebangkitan HDD sebagai Tulang Punggung Data AI

byDenny ZY
16/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Di tengah dominasi teknologi penyimpanan cepat, tahun 2026 justru menjadi momen kebangkitan bagi Hard Disk Drive...

Minecraft 26.0

Minecraft Bedrock Update 2026: Daftar Fitur Baru dan Perubahan Sistem Penomoran Versi 26.0

byDenny ZY
16/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mojang Studios membawa perubahan fundamental pada salah satu game paling populer di dunia, Minecraft Bedrock Edition....

Berita Terbaru

FKUB Lampung Ajak Umat Jaga Toleransi Jelang Imlek 2026
Bandar Lampung

FKUB Lampung Ajak Umat Jaga Toleransi Jelang Imlek 2026

byWandi Barboyand1 others
17/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung mengajak seluruh umat beragama di Lampung untuk mengedepankan sikap toleransi...

Read moreDetails
Perayaan Malam Tahun Baru Imlek di Vihara Thay Hin Bio Berlangsung Khidmat

Perayaan Malam Tahun Baru Imlek di Vihara Thay Hin Bio Berlangsung Khidmat

17/02/2026
logo BRI Super League

Comeback Gemilang Persita Tangerang di Indomilk Arena

16/02/2026
Gelandang RB Leipzig Brajan Gruda

Brajan Gruda Selamatkan RB Leipzig dari Kekalahan

16/02/2026
logo Serie A

Parma Jauhi Zona Merah Usai Tundukkan Verona 2-1

16/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.