• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 20/03/2026 11:16
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Rp2.509 Triliun Kredit Mengendap, Pengusaha Masih Tahan Ekspansi

Strategi mendorong likuiditas saja belum cukup menggerakkan investasi nasional. Dunia usaha membutuhkan kepastian permintaan.

EffranbyEffran
29/12/25 - 18:20
in Ekonomi dan Bisnis
A A
KREDIT MACET UMKM. Pekerja memproduksi dompet di Pandeglang, Banten. Otoritas Jasa Keuangan meminta industri penjaminan memperkuat strategi pengelolaan risiko akibat naiknya kredit bermasalah di sektor UMKM. ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS

KREDIT MACET UMKM. Pekerja memproduksi dompet di Pandeglang, Banten. Otoritas Jasa Keuangan meminta industri penjaminan memperkuat strategi pengelolaan risiko akibat naiknya kredit bermasalah di sektor UMKM. ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co) — Nilai plafon kredit perbankan yang belum cair terus membengkak hingga akhir 2025. Kondisi itu mencerminkan sikap hati-hati dunia usaha. Data Bank Indonesia mencatat undisbursed loan mencapai Rp2.509,4 triliun per November 2025. Angka itu setara 23,18 persen dari total plafon kredit.

Ekonom Universitas, Andalas Syafruddin Karimi, menilai kondisi tersebut menjadi sinyal kuat lemahnya kepercayaan pelaku usaha.

“Bank menyetujui banyak plafon kredit, tapi pengusaha memilih menunda pencairan,” kata Syafruddin.

Menurutnya, strategi mendorong likuiditas saja belum cukup menggerakkan investasi nasional. Dunia usaha membutuhkan kepastian permintaan. “Pengusaha ragu penjualan akan tumbuh sepadan dengan tambahan utang yang harus dibayar,” ujarnya.

Syafruddin menilai pemerintah perlu mendorong permintaan secara nyata. Langkah itu bisa melalui belanja publik yang berkualitas. Ia juga menyoroti pentingnya kelancaran transfer ke daerah. Percepatan proyek infrastruktur menjadi krusial.

“Penyederhanaan regulasi menjadi kunci agar pelaku usaha berani mengeksekusi ekspansi,” kata Syafruddin.

Ia menambahkan tingginya undisbursed loan mencerminkan kehati-hatian dunia usaha terhadap prospek ekonomi. “Pelaku usaha masih menunggu sinyal pasar yang benar-benar siap menyerap tambahan produksi,” ujarnya.

Faktor biaya dana dan volatilitas harga input juga menjadi pertimbangan serius. Ketidakpastian regulasi memperbesar risiko ekspansi. “Kalau ekspansi terlalu agresif, risikonya bisa berbahaya,” kata Syafruddin.

Senada, Head of Macroeconomic & Financial Market Research Permata Bank, Faisal Rachman, mengatakan tingginya undisbursed loan menunjukkan lemahnya permintaan kredit akibat sikap wait and see.

Ia menyebut perbankan juga tetap berhati-hati. Penyaluran kredit menyesuaikan profil risiko masing-masing bank. Meski begitu, peluang ekspansi mulai terbuka dan dunia usaha hanya menunggu momentum yang tepat. “Perubahan aturan yang cepat membuat pengusaha menahan ekspansi,” kata Faisal.

Pengaruh Suku Bunga Kredit

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan permintaan kredit belum sepenuhnya kuat. “Pelaku usaha masih bersikap menunggu dan mengamati,” ujar Perry, Rabu (17/12/2025).

Ia menyebut korporasi juga mengoptimalkan pembiayaan internal. Penurunan suku bunga kredit yang lambat turut memengaruhi. “Peran kredit perbankan perlu terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Perry.

BI mencatat kredit perbankan tumbuh 7,74 persen secara tahunan pada November 2025. Angka itu naik tipis dari Oktober. Namun, kredit UMKM justru terkontraksi 0,64 persen secara tahunan. Risiko kredit meningkat di segmen tersebut.

Meski demikian, BI menilai likuiditas perbankan tetap longgar. Rasio AL/DPK naik menjadi 29,67 persen. Dana pihak ketiga juga tumbuh 12,03 persen secara tahunan. BI memproyeksikan kredit 2026 akan tumbuh lebih kuat.

Tags: dunia usaha wait and seekebijakan BIKredit perbankan 2025permintaan kreditpertumbuhan kreditundisbursed loan
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Jelang Lebaran, Tempat Penggilingan Kelapa di Pasar Bumi Daya Diserbu Warga

Jelang Lebaran, Tempat Penggilingan Kelapa di Pasar Bumi Daya Diserbu Warga

byRicky Marly
19/03/2026

Kalianda (Lampost.co) -- Menjelang Hari Raya Idulfitri, tempat penggilingan kelapa di Pasar Bumi Daya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mulai dipadati...

Ilustrasi kendaraan sedang mengisi BBM di SPBU. Dok/Pertamina

Jelang Lebaran, Badan Perlindungan Konsumen Nasional Minta Warga Tak Panic Buying BBM

byAdi Sunaryoand1 others
19/03/2026

Jakarta (Lampost.co)– Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) menjelang arus...

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar, Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tetap Aman

byAdi Sunaryoand1 others
19/03/2026

Jakarta (Lampost.co)– Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan naik meski harga minyak dunia menembus di atas...

Berita Terbaru

Anime Samurai Champloo
Hiburan

7 Rekomendasi Anime Seru Teman Mudik Lebaran 2026 yang Anti Membosankan

byNana Hasan
20/03/2026

Jakarta (Lampost.co) - Tradisi mudik Lebaran 2026 menjadi momen paling dinanti bagi para perantau. Umat Muslim biasanya memanfaatkan waktu ini...

Read moreDetails
Khutbah Id di Langkapura: Ujian Global Perkuat Iman

Khutbah Id di Langkapura: Ujian Global Perkuat Iman

20/03/2026
Polresta Bandar Lampung Jaga Puluhan Sepeda Motor Titipan Masyarakat

Polresta Bandar Lampung Jaga Puluhan Sepeda Motor Titipan Masyarakat

20/03/2026
Cuaca cerah menyinari Masjid Raya Lampung Al Bakri di Enggal, Bandar Lampung. (Foto: Lampost.co / Triyadi Isworo)

Jumat, 20 Maret 2026, Lampung Cerah Berawan Waspada Potensi Hujan

20/03/2026
Pemain Tottenham Randal Kolo Muani

Kalah Agregat, Tottenham Tersingkir dari Liga Champions 2025/2026

20/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.